Lima Cara Anti Bokek di Liburan Akhir Tahun
- Pixabay
VIVA.co.id – Liburan Natal dan akhir tahun sudah tiba. Sebagian Anda mungkin sudah ambil cuti pada pekan ini dan mulai berkemas menyiapkan berbagai keperluan untuk liburan akhir tahun di luar kota Jakarta.Â
Saking larutnya dalam suasana liburan, tidak terasa isi tabungan terkuras habis demi liburan. Dari anggaran Rp5 juta  misalnya, ternyata membengkak hingga Rp10 juta. Sebagian dana yang dihabiskan dalam bentuk transaksi tunai, dan sebagian lain, dengan transaksi melalui kartu kredit.
Dilansir dari Halomoney.co.id, pada Rabu, 28 Desember 2016, Jika Anda memakai kartu kredit, bayarlah semua tagihan kartu kredit sebelum jatuh tempo, bukan dengan pembayaran minimal. Agar Anda tidak terkena bunga kartu kredit yang besar sehingga utang Anda mengganggu keuangan Anda seusai liburan.Â
Jika Anda sedang bersiap liburan, berikut tips agar keuangan Anda tidak terganggu setelah liburan panjang.
1. Anggaran liburanÂ
Buatlah anggaran untuk liburan yang akan Anda jalani. Susun anggaran sedetail mungkin agar Anda tidak mengalami over budget maupun kekurangan bujet. Sebaiknya, Anda membuat anggaran harian berdasarkan tujuan wisata dan kegiatan yang Anda lakukan.Â
Setelah menyusun anggaran yang detail sesuai kegiatan harian yang akan anda lakukan, jalankanlah anggaran itu dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai, anggaran tersebut hanya di atas kertas, karena Anda tidak menjalankannya.Â
Jangan lupa untuk menyediakan sekitar lima persen dari anggaran tersebut untuk kebutuhan lain-lain yang tidak diprediksi. Misalnya untuk memberi tips kepada pegawai hotel atau resto.
2. Anggaran sesudah liburan
Saat menyusun anggaran liburan, Anda perlu mengalokasikan dana sesudah liburan hingga datang hari gajian berikutnya. Misalnya jika liburan akhir tahun Anda akan berakhir tanggal 4 Januari, Anda harus mengalokasikan kebutuhan rutin pribadi dan keluarga selama 20 hari berikutnya atau hingga tanggal 25 Januari saat gajian Anda diterima.Â
Sebab itu penting untuk melihat seluruh isi tabungan Anda dan mengalokasikannya secara proporsional. Utamakan alokasi dana untuk kebutuhan rutin pribadi dan keluarga sesudah liburan, daripada anda memaksakan memenuhi semua kebutuhan liburan.
Jangan sampai karena tidak memperkirakan jumlah pengeluarannya, Anda terpaksa berutang ke sana kemari demi memenuhi kebutuhan setelah liburan.