Tiga Menteri Ini Diminta Bangun 30 Ribu Embung di 2017

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

VIVA.co.id – Sekitar 52 persen prasarana sumber daya di lahan-lahan pertanian di seluruh Indonesia saat ini, diketahui mengalami kerusakan. Sehingga, jaringan irigasi yang dibutuhkan lahan tidak bisa berfungsi dengan baik

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka rapat kerja nasional (rakernas) pembangunan pertanian tahun 2017 di hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis 5 Januari 2017.

"52 persen rusak dan tidak pernah dibenahi atau diperbaiki. Kalau ini diselesaikan dan air bisa mengalir ke sawah-sawah kita. Saya meyakini itu akan meningkatkan produksi pertanian secara drastis," ujar Jokowi.

Ia pun telah mengintruksikan kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDT) Eko Putro Sandjojo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk fokus urus masalah irigasi air. Sebab, kata Jokowi peningkatan produksi pertanian kuncinya ada di air. 

"Urusi itu yang namanya air, baik yang berkaitan dengan irigasi, waduk, urus itu. Karena kunci dari peningkatan produksi pertanian adalah air. Tidak ada yang lebih penting dari itu. Urusi irigasi itu baik dari primer, sekunder, tersier," ujar Jokowi menegaskan.

Ia juga menargetkan kepada kementerian itu, pada tahun ini membuat tiga ribu embung atau cekungan penampung air di seluruh Indonesia. Sebab saat ini jumlah embung masih sedikit 

"Embung, tampungan air juga sangat penting sekali terutama di musim kemarau. Kita dianugerahi air yang melimpah tapi tidak dikelola dengan baik. Target trio Mentan, MenPU, Mendes 30 ribu embung harus terbangun tahun ini. Baik yang kecil, sedang, maupun agak besar.”