Cadangan Devisa Desember Tembus US$116 Miliar

Mata uang dolar AS.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada Desember 2016 mencapai US$116,4 miliar. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan posisi terakhir pada akhir November 2016 yang tercatat US$111,5 miliar.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.590 usai Rilis Cadangan Devisa Agustus 2026 dan Ancaman Iran soal Infrastruktur Minyak di Teluk

Peningkatan tersebut berasal dari penerbitan obligasi global dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta pajak dan devisa minyak dan gas (migas) yang melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dari Sertifikat BI jatuh tempo

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Penerbitan global bond pada Desember sebesar US$3,5 miliar. Dari operasi moneter, BI menyerap lelang SBBI sebesar US$320 juta,” ungkap ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede melalui pesan singkatnya kepada VIVA.co.id, Senin 9 Januari 2017.

img_title Cadangan Devisa di Akhir Agustus 2026 Capai US$146 Miliar, Bos BI Ungkap Kapasitasnya untuk Perkuat Rupiah

Josua menjelaskan, meningkatnya cadangan devisa juga ditopang masuknya dana asing dari pasar keuangan, bersamaan dengan dana repatriasi fasilitas pengampunan pajak. Pada akhirnya, kondisi ini membuat laju mata uang rupiah relatif stabil.

Berdasarkan catatannya, meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Desember lalu sempat melemah tujuh persen dibandingkan bulan sebelumnya, pergerakan mata uang Garuda selama periode tersebut cenderung stabil.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.810 Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

“Terjadi foreign net buy sebesar US$754 juta di pasar obligasi, serta penurunan capital outflow di pasar saham,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Otoritas moneter meyakini, posisi cadangan devisa per akhir Desember cukup untuk membiayai 8,8 bulan impor atau 8,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

“BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara.

IHSG

IHSG Kembali Menguat Pagi Ini, Pasar Menanti Arah The Fed dan Data Cadangan Devisa

IHSG pagi hari ini dibuka menguat sebesar 0,28% ke level 6.210,42. Investor mencermati cadangan devisa Indonesia dan risalah The Fed yang terbit dini hari.

img_title
VIVA.co.id
7 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut