Ketidakpastian Global di 2017 Gerus Cadangan Devisa RI

Ilustrasi dolar Amerika Serikat
Sumber :
  • Shutterstock

VIVA.co.id – Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada Desember 2016, mencapai US$116,4 triliun. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan posisi terakhir pada akhir November 2016 lalu, yang tercatat sebesar US$111,5 triliun.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.590 usai Rilis Cadangan Devisa Agustus 2026 dan Ancaman Iran soal Infrastruktur Minyak di Teluk

Kendati demikian, cadangan devisa pada tahun ini diperkirakan tidak akan bergeliat seperti 2016. Namun, cadangan devisa masih berpotensi meningkat, seiring tetap tumbuhnya ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Cadangan devisa berpotensi meningkat, meski peningkatannya menurun dibandingkan tahun 2016, yang meningkat US$10,5 miliar dari tahun sebelumnya," ungkap Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede kepada VIVA.co.id melalui pesan singkatnya, Selasa 10 Januari 2017.

img_title Cadangan Devisa di Akhir Agustus 2026 Capai US$146 Miliar, Bos BI Ungkap Kapasitasnya untuk Perkuat Rupiah

Josua memandang, ada beberapa hal yang memengaruhi hal tersebut. Salah satunya, dari ekspektasi peningkatan defisit transaksi berjalan, serta penurunan surplus neraca modal, dan finansial, sehingga berimplikasi pada penurunan surplus neraca pembayaran.

Meski begitu, dengan tetap mempertimbangkan kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, diharapkan ini mampu menjadi sentimen untuk meredam potensi risiko global pada tahun ini. Dengan demikian, maka cadangan devisa pada tahun ini akan tetap bergeliat.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.810 Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

"Cadangan devisa pada akhir tahun 2017, diperkirakan berkisar US$115-US$120 miliar," katanya. (asp)

IHSG

IHSG Kembali Menguat Pagi Ini, Pasar Menanti Arah The Fed dan Data Cadangan Devisa

IHSG pagi hari ini dibuka menguat sebesar 0,28% ke level 6.210,42. Investor mencermati cadangan devisa Indonesia dan risalah The Fed yang terbit dini hari.

img_title
VIVA.co.id
7 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut