Jejak Lapan Menguasai Teknologi Satelit

Tangkuban Perahu yang diambil dari Satelit Lapan-Tubsat
Sumber :
  • LAPAN

VIVA.co.id – Hari ini 10 tahun lalu, Lembaga Penerbangan Antariksa atau Lapan menapaki jejak penting dan melahirkan sejarah baru. 

Sebentar Lagi Indonesia Alami Fenomena Ekuiluks

Satu dekade lalu, Lapan memulai tahap penguasaan teknologi satelit dengan meluncurkan satelit Lapan A1. Setelah berhasil meluncurkan satelit pada 2007, kemudian Lapan meluncurkan satelit Lapan A2 pada 2012 dan satelit Lapan A3 pada 2016. Selain meluncurkan satelit, Lapan juga memiliki fasilitas pembuatan satelit yang ada di Bogor. 

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan pencapaian itu, meyakinkan bahwa secara sumber daya manusia, Indonesia punya kemampuan mengembangkan teknologi tinggi. 

Puncak Hujan Meteor Quadrantid Terjadi Sebelum Subuh

"Teknologi antariksa menjadi salah satu teknologi maka kini dan masa depan yang mutlak kita kuasai. Dengan keterbatasan SDM dan anggaran, Lapan terus berupaya untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri," ujar Thomas dalam keterangannya kepada VIVA.co.id, Selasa 10 Januari 2017. 

Jejak Lapan dalam penguasaan teknologi satelit dimulai dengan satelit Lapan A1. Satelit ini merupakan proyek antara Lapan bersama dengan Technische Universitat Berlin (TUB) Berlin, Jerman. Pembuatan satelit ini memang sepenuhnya dilakukan di Jerman, sebab saat itu Lapan belum memiliki fasilitas  dan peralatan untuk membuat satelit.

Penampakan Gerhana Bulan Sebagian di Indonesia

Kerja sama ini bertujuan mempelajari basis pembuatan satelit dari Jerman. 

"Lapan melakukan terobosan degan mengirim balasan peneliti dan perekayasa ke Technische Universitat Berlin (TUB) Berlin, Jerman, untuk dibimbing membuat satelit. Alhamdulillah berhasil dibuat dan diluncurkan di India 10 Januari 2007," ujar dia. 

Roket PSLV-C30 yang membawa satelit Lapan A2

Berhasil meluncurkan satelit Lapan A1, kemudian perekayasa dan peneliti jebolan 'kursus' di Jerman itu mengembangkan fasilitas pembuatan satelit di Rancabungur, Bogor yang saat ini menjadi Pusat Teknologi Satelit Lapan. 

Dari pusat tersebut, Lapan berhasil 'melahirkan' dua satelit, yaitu Lapan A2 yang diluncurkan pada 2012 dan Lapan A3 yang diluncurkan pada 2016. 

"Sekarang sudah disiapkan satelit Lapan A4 yang ditargetkan diluncurkan pada 2018/2019. Sedangkan Lapan A5 ditargetkan diluncurkan pada 2020," ujar profesor riset astronomi dan astrofisika Lapan tersebut. 

Semua satelit dengan seri A tersebut merupakan kategori satelit eksperimen. Tingkat selanjutnya setelah satelit eksperimen yaitu satelit operasional. Setelah nantinya sudah merilis satelit seri A tersebut, nantinya Lapan akan memasuki satelit operasional.

Sinar Matahari.

Indonesia Mengalami Ekuiluks, Wilayah Ini yang Pertama Merasakan

Indonesia memasuki fenomena ekuiluks mulai Selasa hari ini, 25 Januari 2022. Ekuiluks adalah fenomena astronomis ketika panjang siang sama dengan panjang malam.

img_title
VIVA.co.id
25 Januari 2022