Dua Faktor Penggerak Ekonomi RI 2017
Belajar dari 2016
Josua juga menjelaskan, konsumsi pemerintah sepanjang tahun lalu tidak memberikan andil yang cukup signifikan terhadap laju perekonomian nasional. Data otoritas statistik menunjukkan, konsumsi pemerintah justru mencatatkan minus 0,15 persen.
Dia menilai, seretnya konsumsi pemerintah sepanjang tahun lalu tak lepas dari konsekuensi target penerimaan pajak yang tidak realistis, sehingga terjadi pemangkasan anggaran di era kepemimpinan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Namun, ia optimistis, dengan struktur anggaran yang jauh lebih kredibel tahun ini, tentu tidak akan memengaruhi kontribusi pemerintah terhadap kualitas pertumbuhan. Terlebih, pada tahun ini, kas negara akan difokuskan kepada sektor yang dapat memiliki nilai tambah.
“Target fiskal tahun ini jauh lebih bisa diterima. Di tengah penghematan, saya kira masih berkualitas dan kredibel,” katanya. (art)