Cadangan Devisa RI Januari Tembus US$116,9 Miliar

Ilustrasi dolar Amerika Serikat
Sumber :
  • Shutterstock

VIVA.co.id – Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia di akhir Januari, tercatat sebesar US$116,9 miliar, atau sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2016 yang mencapai US$116,4 miliar,

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.590 usai Rilis Cadangan Devisa Agustus 2026 dan Ancaman Iran soal Infrastruktur Minyak di Teluk

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara menjabarkan, cadangan devisa pada awal tahun ini dipengaruhi penerimaan cadangan devisa, di antaranya adalah penerimaan pajak dan devisa ekspor minyak dan gas pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Serta hasil lelang SSBI (Surat Berharga BI), yang melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang yang melampaui kebutuhan devisa pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo,” jelas Tirta dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa 7 Februari 2017.

img_title Cadangan Devisa di Akhir Agustus 2026 Capai US$146 Miliar, Bos BI Ungkap Kapasitasnya untuk Perkuat Rupiah

Bank sentral menyatakan, posisi cadangan devisa itu cukup untuk membiayai 8,7 bulan impor, atau 8,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

BI, kata Tirta, memandang cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. (asp)

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.810 Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah
IHSG

IHSG Kembali Menguat Pagi Ini, Pasar Menanti Arah The Fed dan Data Cadangan Devisa

IHSG pagi hari ini dibuka menguat sebesar 0,28% ke level 6.210,42. Investor mencermati cadangan devisa Indonesia dan risalah The Fed yang terbit dini hari.

img_title
VIVA.co.id
7 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut