Rights Issue, Bumi Resources Bidik Dana Segar Rp35 Triliun

Dileep Srivastava.
Sumber :
  • PT Bumi Resources Tbk

VIVA.co.id – Pemegang saham PT Bumi Resources Tbk berkode saham BUMI, menyetujui rencana perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) atau rights issue melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

img_title Buka Akses Lebih Luas ke Investor Global, EMAS Perpotensi Masuk GDX

Corporate Secretary Bumi Resources, Dileep Srivastava mengatakan, melalui aksi korporasi tersebut, perseroan yang akan menerbitkan 37.882.406.301 saham baru dengan harga Rp926 per saham, dapat meraup dana segar maksimal Rp35,1 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pemegang saham sudah menyepakati rencana perseroan untuk melaksanakan rights issue," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Selasa, 7 Februari 2017.

img_title Intraco Penta Catat Pendapatan Usaha Rp476 Miliar pada Semester I-2025

Menurut Dileep, dana itu akan digunakan untuk pelunasan kewajiban utang sesuai dengan keputusan penundaan kewajiban pembayaran utang BUMI di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Lebih lanjut dia menyebutkan, perkiraan waktu pelaksanaan HMETD tidak lebih dari 12  bulan dari pelaksanaan RUPS-LB hari ini.

img_title Pendapatan Chandra Asri Pacfic Melonjak 237,7 Persen Semester I-2025 Gegara Hal Ini

Kurangi utang

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya akan mengurangi utang sebesar US$1,6 miliar dari total utang sebesar US$4,2 miliar.

Dia menjelaskan, perseroan juga sudah merencanakan untuk mengurangi kembali besaran utang sebesar US$600 juta setelah dua tahun ke depan. 

"Setelah empat tahun lagi, kami akan mengurangi lagi sebesar US$600 juta," tuturnya.

Dileep mengatakan, rencana mengurangi utang tersebut sejalan dengan langkah perseroan untuk menjaga rasio utang terhadap modal dalam kondisi terkendali. 

"Menurut banyak orang, tidak bagus juga menjalankan perusahaan tanpa ada utang. Apa gunanya ada bank?" ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu dia mengatakan, pada 2017 perseroan optimistis bisa kembali meraih laba bersih seiring dengan tren kenaikan harga batu bara. Target produksi batu bara di 2017 dipatok sekitar 92-93 juta ton.

"Kami mendorong peningkatan penjualan di domestik dan juga mendorong ekspor. Sekarang ini kami semakin percaya diri akibat membaiknya kinerja perseroan di 2016. Ini disebabkan oleh perbaikan harga komoditas, khususnya batu bara," ujarnya.

Direktur dan Corporate Secretary Sido Muncul Budiyanto.

Semester I-2026, Kinerja Ekspor Sido Muncul Naik 28 Persen

Ekpansi global, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan pertumbuhan penjualan ekspor sebesar 28 persen secara tahunan pada semester I-2026.

img_title
VIVA.co.id
9 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut