Begitu 'Lahir', Asuransi Jiwa Bumiputera Disuruh Jualan

Pengelola Statuter Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera Bidang SDM, Umum dan Komunikasi, Adhie Massardi (kanan).
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA.co.id – Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 resmi 'melahirkan' PT Asuransi Jiwa Bumiputera yang bertugas menjalankan penjualan produk asuransi.

img_title Indonesia Re Lampaui Target Semester I 2026, Hasil Underwriting Bersih Melonjak Meski Klaim Kesehatan Naik

Sedangkan AJB Bumiputera tidak lagi menerima nasabah baru serta hanya meneruskan memberikan pelayanan kepada pemegang polis yang sedang berjalan hingga klaimnya jatuh tempo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Koordinator Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912, Didi Achdijat, mengatakan meski baru lahir, namun PT AJB diibaratkan sebagai 'bayi raksasa' yang begitu lahir sudah bisa berjalan dan memiliki jaringan sangat luas dengan 25 wilayah kerja, 365 cabang, 6,5 juta pemegang polis serta berusia 105 tahun.

img_title Mengukur Kesiapan Industri Asuransi Menghadapi Dinamika Ekonomi 2026

"Dengan jajaran direksi yang berpengalaman di industri asuransi, kami optimistis PT AJB akan menjadi perusahaan asuransi nasional dengan semangat dan kekuatan baru," kata Didi, di Jakarta, Minggu sore, 12 Februari 2017.

Ia juga menjelaskan, dengan berbentuk PT (perseroan terbatas), maka dimungkinkan terjadi penambahan modal secepatnya untuk meningkatkan performa dan kinerja perusahaan. "Karena itu, PT AJB akan lebih fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan industri asuransi yang sangat dinamis saat ini," kata Didi.

img_title Pendapatan 2024 Tembus Rp2,3 Triliun, Tokio Marine Indonesia Pede Genjot Kinerja Bisnis

Kemudian, sebanyak 40 persen laba bersih PT AJB akan disetorkan kepada AJB Bumiputera sebagai bentuk income yang diproyeksikan untuk menyangga pembayaran klaim bagi para pemegang polis.

"Pemberian 40 persen laba bersih PT AJB itu bukan hadiah tetapi pembayaran atas penggunaan 'intangible asset' AJB Bumiputera yang dipakai PT AJB yaitu nama Bumiputera, jaringan, sumber daya manusia serta 25 ribu agen berpengalaman. Ini akan berlangsung selama 12 tahun," ujar Didi.

Ia menambahkan, selain jajarannya manajemen AJB Bumiputera, Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator juga akan ikut mendukung sejumlah langkah-langkah yang akan dilakukan PT AJB. Seperti diketahui, saat ini total klaim yang harus dibayarkan AJB Bumiputera Rp5,3 triliun per tahun. Sementara premi tahun lalu hanya Rp3,8 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Didi, AJB Bumiputera tahun ini diprediksi mendapatkan premi sebesar Rp2,4 triliun karena ada beberapa pemegang polis lama yang telah menyelesaikan program asuransinya. Sedangkan untuk klaim yang harus dibayarkan sekitar Rp4 triliun-Rp5 triliun.

Selain PT Asuransi Jiwa Bumiputera, AJB Bumiputera juga membawahi PT Bumiputera Investama Indonesia, PT Bumiputera Properti Indonesia, dan PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera (AJSB). (ase)

PSAK 117 mengubah penilaian kinerja industri asuransi. Perusahaan kini perlu memperhatikan profitabilitas

PSAK 117 Bikin Industri Asuransi Berubah, Premi Bukan Lagi Satu-satunya Tolok Ukur Kinerja

PSAK 117 mengubah cara industri asuransi untuk menilai kinerja, mengakui pendapatan premi, mengukur profitabilitas, dan mengelola risiko jangka panjang.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut