Menteri Bambang Bersaing Rebut Kursi Presiden IFAD

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bapennas, Bambang Brodjonegoro.
Sumber :
  • Kementerian Keuangan

VIVA.co.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, saat ini tengah bersaing ketat dalam pemilihan Presiden International Fund for Agricultural Development (IFAD). Bambang akan bertarung dengan delapan kandidat lainnya, yang berasal dari negara-negara lain.

Jokowi Undang Para Ahli Bahas Ibu Kota Baru

Staf Khusus Menteri PPN/Kepala Bappenas, Danang Rizki Ginanjar, mengungkapkan, pemilihan Presiden IFAD akan sangat ditentukan dari seberapa besar kontribusi permodalan masing-masing negara kepada IFAD. Saat ini, 18 negara anggota IFAD telah memiliki lebih dari 50 persen total hak suara, dari 176 negara anggota.

Berdasarkan catatan, 55 negara menguasai 70 persen total hak suara, di mana 42 negara utama diantaranya memiliki dua pertiga, atau sekitar 66,68 persen hak suara. Indonesia sendiri, kata Danang, hanya memiliki hak suara sebesar 0,73 persen, dan berada di urutan ke-25 yang menguasai hak suara di IFAD.

Industri Halal Digenjot Tekan Defisit Transaksi Berjalan

"Presiden IFAD harus mendapatkan dua pertiga suara. Saat ini, ada delapan calon yang bertarung memperebutkan kursi Presiden IFAD," jelas Danang, dikutip dari keterangan resminya, Rabu 15 Februari 2017.

Adapun sepuluh negara yang memiliki hak suara terbesar diantaranya adalah Amerika Serikat 6,98 persen, Italia 4,22 persen, Jerman 4,09 persen, Jepang 4,09 persen, Belanda 3,83 persen, Arab Saudi 3,52 persen, Kanada 3,44 persen, Inggris 3,29 persen, Swedia 3,12 persen, dan Prancis sebesar tiga persen

Menteri Bambang Gagal Jadi Presiden IFAD

Di samping itu, juga ada Norwegia 2,6 persen, Kuwait 1,74 persen, Venezuela 1,61 persen, Swiss 1,5 persen, China 1,46 persen, India 1,44 persen, Belgia 1,35 persen, Nigeria 1,15 persen, Austria 1,14 persen, Brazil 0,82 persen, Aljazair 0,79 persen, Irak 0,63 persen, Uni Emirat Arab 0,63 persen, Libya 0,56 persen, Meksiko 0,55 persen, dan Qatar 0,52 persen.

Pemilihan itu sendiri akan berlangsung selama beberapa ronde, di mana para calon yang berada di urutan paling buncit pada setiap ronde secara otomatis akan dinyatakan gugur. Sehingga pada akhirnya, yang nantinya akan terpilih hanya yang mendapatkan hak suara maksimal 67 persen.

Sejauh ini, Italia berhasil menambah porsi suaranya di detik-detik terakhir, dari yang sebelumnya berada di peringkat delapan, menjadi peringkat kedua terbesar hak total suara. Prancis sendiri, juga memiliki pengaruh kuat di kalangan negara-negara Afrika termasuk Eropa. Bahkan, negara itu menjadi juru kampanye bagi Togo.

Danang mengatakan, calon Presiden IFAD dari Indonesia saat ini bersaing ketat dengan calon Presiden IFAD dari Togo. Bagi Indonesia sendiri, jabatan tersebut menjadi penting, karena mampu merepresentasikan Indonesia di mata dunia Internasional. Terlebih, belum ada orang Indonesia yang pernah mencicipi kursi tertinggi IFAD.

"Presiden sangat mendukung saya maju ke sana (IFAD). Kita negara nomor empat penduduk terbanyak, tapi di internasional malah orang dari negara Asia Selatan, Amerika Latin, dan Afrika," kata Bambang.

Sebagai informasi, delapan calon yang bertarung untuk memperebutkan kursi Presiden IFAD diantaranya adalah Indonesia, Turki, Italia, Swiss, Dominika, Maroko, Togo, dan Meksiko. (ren)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya