Industri Halal Digenjot Tekan Defisit Transaksi Berjalan

Aceh Internasional Halal Food Festival 2017 di Taman Sari, Banda Aceh
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dandi Randi

VIVA – Salah satu upaya perbaikan defisit transaksi berjalan, ekspor harus terus dapat ditingkatkan. Untuk itu, pemerintah bakal maksimal dalam  pemanfaatan berbagai peluang yang ada salah satunya produk halal.

img_title Pemerintah Undur Kewajiban Sertifikat Halal hingga 2028, Ini Produk yang Terdampak

Menteri Perencanaan Pembangunan Naional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, berdasarkan data dari Halal Industry Development Corporation (2016), diperkirakan besaran pasar produk dan jasa halal mencapai US$2,3 triliun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Produk dan jasa halal ini mencakup beberapa sektor di antaranya, yaitu makanan, bahan dan zat additive, kosmetik, makanan hewan, obat-obatan dan vaksin,  keuangan syariah, farmasi dan logistik. Potensi produk halal terbesar meliputi sektor industri makanan, minuman dan turunannya, sektor industri farmasi, dan sektor industri kosmetika. 

img_title Bobby Nasution Ajak IKM Sumut Perkuat Ekonomi Keumatan dan Industri Halal

"Potensi produk dan jasa halal ini merupakan bagian dari penyusunan ekonomi halal," ujar Bambang dikutip dari keterangan resminya, Senin 30 Juli 2018. 

Menurut Bambang, ekonomi halal merupakan sebuah arus perekonomian baru yang berpotensi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi global. Potensi tersebut dapat dilihat dari, pertama, semakin meningkatnnya pertumbuhan populasi muslim dunia yang diperkirakan akan mencapai 27,5 persen dari total populasi dunia pada 2030. 

img_title Masuk Tiga Besar Ekonomi Syariah, Jabar Incar Juara Umum Adinata Syariah 2026

Kedua, meningkatnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara muslim. Ketiga, munculnya pasar halal potensial seperti China dan India. Mengingat besarnya potensi ini, maka seluruh pihak baik pemerintah, pelaku bisnis, maupun masyarakat secara umum turut berupaya untuk menangkap potensi pasar ini. 

Bambang menambahkan, jika melihat data dari Comtrade 2017, peran ekspor produk halal Indonesia mencapai 21 persen dari total ekspor secara keseluruhan. 

Walaupun besaran peran tersebut masih relatif kecil, namun perkembangan ekspor produk halal Indonesia mengalami peningkatan sebesar 19 persen dari 2016. Di masa mendatang, peran ekspor produk halal ini harus ditingkatkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dalam hal ini, kita harus dapat meningkatkan ekspor produk dengan memaksimalkan pemanfaatan permintaan dari negara tujuan ekspor produk halal serta potensi ke negara anggota OKI seperti Mesir dan UAE,” ujar Bambang. 

Terkait dengan arus perekonomian baru ini, menurut Bambang, Indonesia berpeluang menjadi pasar produk halal terbesar di dunia sekaligus menjadi produsen produk halal. Hal ini dikarenakan Indonesia berada di posisi strategis bagi halal superhighway link dalam global halal supply chain. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut