Industri Halal Digenjot Tekan Defisit Transaksi Berjalan
- VIVA.co.id/Dandi Randi
Strategi-strategi di sektor perdagangan dan upaya untuk diversifikasi produk perlu difokuskan pada beberapa pasar tujuan potensial produk halal. Selain itu, peningkatan kualitas dan kuantitas produk yang didapatkan perlu juga untuk diperhatikan agar mampu meningkatkan ekspor produksi barang dan jasa halal Indonesia. Â Â Â Â
Bambang juga menilai, potensi segmen lain industri halal yang dapat dikembangkan oleh Indonesia adalah segmen pariwisata halal yang saat ini tengah populer dan menjadi fenomena di kalangan pelaku industri pariwisata. Pariwisata halal merupakan segmen yang terus berkembang secara global.Â
Sejak 2011, muslim traveler memiliki pengeluaran terbesar dunia pada sektor pariwisata, yang besarnya mencapai US$120 miliar pada 2015, di mana pertumbuhan wisatawan muslim meningkat hingga 6,3 persen. Pada saat yang sama, wisatawan Indonesia meningkat lebih tinggi dan mencapai pertumbuhan sebesar 10,3 persen.Â
Pengeluaran traveler muslim global ini cenderung terus meningkat, di mana tahun 2016 telah mencapai US$169 miliar, dan diperkirakan akan mencapai US$283 miliar pada 2022. Terkait dengan hal ini, data pariwisata global saat ini menunjukkan Indonesia menempati peringkat keempat sebagai turis muslim terbesar, yang pengeluarannya mencapai US$9,7 miliar, atau setara dengan Rp141 triliun, dengan total turis domestik sebesar 200 juta orang.Â
Sebagai negara kepulauan terbesar dengan lebih dari 17 ribu pulau, 300 suku, 746 bahasa dan dialek, serta lebih dari 800 ribu masjid, Indonesia berpotensi besar untuk terus berkontrbusi meningkatkan pendapatan negara melalui muslim friendly tourism.Â
Saat ini Indonesia telah masuk dalam kategori Top 5 destinasi pariwisata halal dunia. Dengan penerimaan devisa negara mencapai US$13 miliar, dan berkontribusi kepada Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) sebesar US$57,9 miliar.Â
Dalam hal ini, telah terjadi peningkatan kedatangan wisatawan Timur Tengah, di mana terjadi peningkatan sebesar 32 persen pada 2016. Pada 2020, sektor pariwisata diproyeksikan menjadi kontributor terbesar bagi penerimaan devisa negara.