China Construction Bank Targetkan Naik Level pada 2020

Direktur PT China Construction Bank Indonesia Tbk, Luianto Sudarmana
Sumber :
  • VIVA.co.id/Romys Binekasri

VIVA.co.id – Bank yang berfokus pada pembiayaan korporasi berbasis infrastruktur, PT China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB), semakin fokus untuk mengembangkan bisnisnya. Pengembangan ini dilakukan usai melakukan peleburan antara PT Bank Windu Kentjana International Tbk dan PT Bank Antardaerah,

img_title Intraco Penta Catat Pendapatan Usaha Rp476 Miliar pada Semester I-2025

Bank CCB Indonesia berkomitmen naik level ke bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dalam tiga tahun ke depan atau pada 2020. Untuk mencapai BUKU III, perusahaan memerlukan modal inti setidaknya sebesar Rp5 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur CCB Indonesia, Luianto Sudarmana, mengatakan, komitmen tersebut seiring dengan peningkatan pertumbuhan perekonomian nasional.

img_title Pendapatan Chandra Asri Pacfic Melonjak 237,7 Persen Semester I-2025 Gegara Hal Ini

"Kami akan menuju BUKU III dalam tiga tahun seiring pertumbuhan GDP (produk domestik bruto) Indonesia," ujar Luianto di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 20 Februari 2017.

Luianto mengungkapkan, modal inti perseroan saat ini di kisaran Rp2,16 triliun. Artinya, diperlukan sekitar Rp3 triliun lagi untuk dapat naik kelas ke BUKU III. 

img_title Semester I-2025, TBS Energi Catat Pendapatan Senilai US$172,2 Juta

Luianto juga menyebut, perusahaan akan melakukan ekspansi dengan menambah enam kantor cabang di kota-kota besar Indonesia pada tahun ini. Dalam membuka satu kantor cabang, perusahaan memerlukan dana Rp10-20 miliar. 

"Perkiraan kami sekitar segitu. Kami akan bidik di kota-kota provinsi besar, seperti Medan, Jambi," ujarnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, CCB Indonesia saat ini telah memiliki satu kantor pusat, 26 kantor cabang, 47 kantor cabang pembantu, 38 kantor kas, dan 16 ATM. 

Di samping itu, Luianto mengungkapkan, untuk tahun ini, bank akan menyiapkan belanja modal sekira Rp150-250 miliar. Selain digunakan untuk pembukaan cabang, dana tersebut akan digunakan untuk perkembangan jaringan IT. (art)

Merdeka Gold Resources.

Buka Akses Lebih Luas ke Investor Global, EMAS Perpotensi Masuk GDX

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dinilai memiliki peluang kuat untuk masuk dalam jajaran konstituen VanEck Gold Miners ETF (GDX). Seiring dengan beberapa hal ini.

img_title
VIVA.co.id
27 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut