Alasan Mantan Kapolri Batal Jadi Komisaris Utama Grab

Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti.
Sumber :
  • VIVA/Agus Rahmat

VIVA.co.id – Akhir Januari lalu, aplikasi layanan pemesanan kendaraan daring, Grab, mengumumkan mantan Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti menjadi komisaris utama Grab Indonesia. Namun, beberapa pekan kemudian beredar kabar, Badrodin batal menjabat posisi itu.

img_title Terapkan Potongan Aplikator 8 Persen Mulai 1 Juli 2026, Grab Patuhi Arahan Presiden Prabowo

Grab mengonfirmasi hal tersebut. Dalam keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id, Selasa 21 Februari 2017, Grab menjelaskan, pada November 2016, Grab Indonesia telah mengundang Badrodin untuk bergabung dalam kepengurusan Grab Indonesia sebagai komisaris utama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesepakatan para pihak telah ditindaklanjuti oleh Grab Indonesia, dengan mengangkat Badrodin sebagai komisaris utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Grab Indonesia. Grab juga mengumumkan kepada para pemangku kepentingan terkait penunjukan Badrodin itu.  

img_title Wuling BinguoEV Jadi Armada Grab

Belakangan, beberapa pekan sebelum Grab Indonesia mengumumkan pengangkatan Badrodin sebagai komisaris utama, mantan kapolri itu telah ditunjuk sebagai presiden komisaris PT Waskita Karya Tbk. 

Ketentuan tidak membolehkan direktur/komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk merangkap jabatan.

img_title Jadi Pemegang Saham Mayoritas Lebih dari 50%, Grab Perkuat Komitmen di Superbank

“Tentunya Grab Indonesia dan Bapak Badrodin Haiti akan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku dan sepakat untuk melakukan penyesuaian dan reposisi yang diperlukan," ujar Grab.

Kini, Badrodin menjabat sebagai presiden komisaris Waskita Karya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Badrodin menuturkan, secara pribadi akan tetap mendukung Grab Indonesia untuk maju dan semakin berkembang di Tanah Air dengan menjadi penasihat senior untuk Grab Indonesia.

"Karena, keberadaan Grab Indonesia penting untuk mendukung ekonomi kerakyatan, penciptaan lapangan kerja, dan meningkatkan manfaat bagi konsumen transportasi modern," ujar dia. (art)

UKM/UMKM go digital.

Trik Baru UMKM biar Makin Dilirik

Di era modern sekarang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut bukan hanya mengelola bisnis tapi juga fokus pada produk dan pelanggan.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut