Iuran Tahunan BEI Dikeluhkan Beratkan Emiten

papan Elektronik menampilkan pergerakan Saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Asosiasi Emiten Indonesia, atau AEI merasa keberatan dengan adanya iuran tahunan kepada emiten yang diterapkan Otoritas Jasa Keuangan. Ketentuan iuran tersebut diatur dalam PP 11 Tahun 2014 tentang Pungutan oleh OJK.

img_title Buka Akses Lebih Luas ke Investor Global, EMAS Perpotensi Masuk GDX

Ketua AEI Franky Welirang beranggapan, dengan adanya iuran tahunan tersebut menjadi beban perusahan yang sahamnya tercatat di pasar modal. Sebab, kalah bersaing dengan perusahaan yang belum melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sampai hari ini, beberapa emiten merasa bukan perusahaan finance, tetapi dianggap seperti finance. Sehingga, ada pungutan. Perusahaan semen yang perusahaan semen, dia dipungut iuran, sementara yang non Tbk (terbuka) tidak,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis 23 Februari 2017.

img_title Intraco Penta Catat Pendapatan Usaha Rp476 Miliar pada Semester I-2025

Menurut Franky, iuran OJK tersebut cukup adil hanya pada perusahaan di sektor keuangan. Sebab, OJK juga memungut iuran kepada perusahaan keuangan non-listed, atau belum terdaftar menjadi emiten bursa.

“Jadi, beban sih tidak, tetapi fairness (keadilan). Memangnya, perusahaan semen dagang uang? Perusahaan semen yang tidak Tbk tidak dipungut. Tapi kalau bank asuransi, leasing yang Tbk dan tidak, dipungut. Adil enggak?” tuturnya.

img_title Pendapatan Chandra Asri Pacfic Melonjak 237,7 Persen Semester I-2025 Gegara Hal Ini

Franky mengungkapkan, iuran yang dipungut juga sangat besar. Menurut dia, pernah ada anggotanya emiten membayar iuran tahunan OJK hingga Rp300 juta. “Itu terbesar, terkecilnya saya tidak tahu. Ini masalah prinsiplah,” ujarnya. (asp)

Direktur dan Corporate Secretary Sido Muncul Budiyanto.

Semester I-2026, Kinerja Ekspor Sido Muncul Naik 28 Persen

Ekpansi global, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan pertumbuhan penjualan ekspor sebesar 28 persen secara tahunan pada semester I-2026.

img_title
VIVA.co.id
9 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut