Targetkan Kenaikan Laba, RNI Akan Akuisisi Pabrik Obat

Gedung PT Phapros Tbk
Sumber :
  • Istimewa

VIVA.co.id – PT Rajawali Nusantara Indonesia menargetkan pada 2017 labanya dapat naik sebesar enam persen dari 2016 sebesar Rp247 miliar menjadi Rp263 miliar.

img_title Semester I-2026, Kinerja Ekspor Sido Muncul Naik 28 Persen

Direktur Utama RNI Didik Prasetyo mengatakan target ini akan ditunjang dengan target laba di sektor industri gula yang akan naik dua persen sebesar Rp147 miliar, di sektor perdagangan naik 11 persen dengan nilai Rp29,4 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, di sektor farmasi dan alat kesehatan sebesar naik 31 persen atau menjadi Rp82,1 miliar. "Kontribusi yang paling besar ditargetkan ada di sektor perkebunan yang akan meningkat 56 persen yang menjadi senilai Rp3,8 miliar," kata Didik di Kantor RNI Jakarta, Selasa, 14 Maret 2017.

img_title Buka Akses Lebih Luas ke Investor Global, EMAS Perpotensi Masuk GDX

Di sisi lain, ia juga memperhitungkan target capaian operasional di sektor industri agro, yang terdiri dari gula sebesar 346 ribu ton, kelapa minyak mentah (crude palm oil/CPO) sebesar 51 ribu ton, teh 4,7 ribu ton, serta 1,1 ribu ton. Sedangkan penjualan non-industri agro terdiri dari obat-obatan dan alat kesehatan (alkes) senilai Rp2,43 triliun, lalu di perdagangan dan lain-lain senilai Rp1,69 triliun.

Sementara itu, total aset yang dipunya ditargetkan naik 13 persen menjadi sebesar 11,88 triliun, yang mana terdiri dari jumlah utang sebesar Rp6,62 triliun dan ekuitas sebesar Rp5,26 triliun. Sebelumnya, pada 2016 total aset ada sebesar Rp10,5 triliun dengan nilai utang Rp5,44 triliun dan ekuitas Rp5,06 triliun.

img_title Intraco Penta Catat Pendapatan Usaha Rp476 Miliar pada Semester I-2025

"Kalau investasi kami targetkan dari anak perusahaan yang masuk secara rutin akan sebesar Rp508 miliar dan ada dari pengembangan kami targetkan ada sebesar Rp1,138 triliun," tuturnya.

Belanja modal

Sementara itu pada 2017, RNI menargetkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,6 triliun. Angka ini meningkat 159 persen dibanding capex 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Didik menjelaskan, pada kinerja tahun ini pihaknya ada tiga prioritas, yaitu pertama, dalam sektor agro farmasi dan alat kesehatan, agto industri, lalu ketiga terkait perdagangan dan distribusi.

"Kita kan punya empat pilar. Sektor properti baru embrio. Agro industri, farmasi dan alkes (alat kesehatan), perdagangan dan distribusi kan sejak berdirinya sudah ada. Kita fokusnya menjadi tiga itu. Sebetulnya semua priorititas," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut