Verifikasi, Cara Tangkal Hoax dan Media Abal-abal
- VIVA.co.id/M. Ali. Wafa
Saat ini berapa jumlah media massa yang ada?
Media online saja sekarang jumlahnya sudah melebihi 43.300. Cetak ada sekitar 2000 an, penyiaran sekitar 700 an. Total sekitar 50000 an.
Dari jumlah itu berapa yang sudah lolos verifikasi?
Jangan dulu kita ngomong terverifikasi. Lebih baik kita ngomong yang terdata di DP. Yang terdata di DPÂ tahun 2014, media online ada sekitar 276, kemudian media cetak itu sekitar 400 an, televisi dan radio itu aku lupa jumlahnya.
Dari yang terdata di DP, berapa yang sudah lolos verifikasi?
Terakhir menjelang HPN itu baru 77 perusahaan media.
Apakah ada target kapan verifikasi ini akan selesai?
Tidak ada. Karena media akan terus terbit dan ada yang akan mati dengan sendirinya. Maka verifikasi itu akan terus mengikuti perkembangan media.
DPÂ berencana memberikan QR code terhadap media yang sudah terverifikasi. Apa pertimbangannya?
QR code ini fungsinya adalah, misalnya ada orang yang mengaku dari wartawan atau media yang gak jelas, seperti media KPK, maka kita tinggal foto dari smartphone, nanti bisa dikroscek, apakah media ini jelas atau tidak, media ini terdaftar di DP atau tidak. Foto dengan smartphone nanti bisa terkoneksi dengan data di DP.Â
Apa saja isi QR code?
Isi QR code adalah nama media, nomor verifikasi, kemudian penanggung jawabnya siapa, alamat redaksinya dimana, kontaknya, email, kemudian faxnya.Â
Kenapa dimasukkan data-data itu?
Supaya tidak ada lagi wartawan palsu. Karena ada beberapa media yang menggunakan alamat Gedung Dewan Pers Lt.9, padahal di sana isinya antena semua.
Bagaimana jika ada narasumber yang menolak diwawancara oleh wartawan dari media yang belum lolos verifikasi. Apakah itu bukan bagian dari menghalang-halangi kebebasan pers?
Ada dua kemungkinan. Pertama kalau medianya tidak jelas, orang berhak untuk menolak. Tapi kalau medianya benar, maka dia bisa kena UU Pers.
Bagaimana jika medianya benar. Kantornya ada, reporternya jelas, ada badan hukum, terbit berkala, dan lain sebagainya, Cuma belum terverifikasi. Namun wartawannya ditolak oleh narasumber dengan alasan belum lolos verifikasi?