Kisah Sukses Petani Melon Gunakan Benih Ekslusif

Petani melon.
Sumber :
  • ANTARA / Sidik

VIVA.co.id – Petani Teluk Naga Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, berhasil panen perdana melon dari benih ekslusif yang dikembangkan PT East West Seed Indonesia, atau Ewindo untuk tujuan pasar supermarket.

img_title BRI Perkuat Ekonomi Hijau Lewat FLOII Expo 2025, Dorong Tanaman Hias Indonesia Go Global

"Kami baru tahap uji coba, namun sudah mampu memproduksi sebanyak empat ton di atas lahan 2.500 meter persegi," kata Suratman, petani asal Teluk Naga Tangerang Banten, dikutip dari keterangannya, Jumat 21 April 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suratman yang sebelumnya merupakan petani sayur daun itu mengatakan, bertanam melon pertama kalinya diperkenalkan Ewindo pada awal Januari, ternyata bertanamnya mudah serta hasilnya sangat memuaskan.

img_title Jadi Inspirasi Lewat Koperasi Petani

Suratman mengatakan, seluruh hasil panen melon yang didapat Kamis kemarin, 20 April 2017, akan dikirim ke pasar modern yang telah menjadi mitra. Diharapkan, harga belinya sesuai marjin yang diharapkan, sehingga budi daya melon ini dapat terus berlanjut.

Suratman mengaku melon yang ditanam berasal dari benih eksklusif jenis Stella F1 yang memiliki tingkat kemanisan tinggi (15 - 17 brix) dan tekstur daging renyah seperti buah peer. Kulit buahnya berwarna kuning, sedangkan daging buahnya berwarna orange.

img_title Petani Sekarang Bisa 'Nyantai' Panen Tomat

Suratman mengatakan, selama ini, dia sukses bertanam sayuran daun. Setiap hari, dia memasok rata-rata lima ton sayuran daun ke berbagai pasar di Ibu Kota. Dia juga sukses bertanam sayuran buah seperti timun, timun acar, pare, oyong, dan kacang panjang dengan menggunakan benih Ewindo.

Dia berharap, akan memetik sukses serupa dari bercocok tanam melon, apalagi menjelang bulan puasa dipastikan pesanan akan meningkat.

Sedangkan Area Sales Manager Ewindo, Agung Pratama mengatakan, bertanam melon ini merupakan pertama kalinya diujicobakan di Tangerang, dan ternyata hasilnya memuaskan, serta memenuhi syarat untuk dijual di supermarket.

Agung mengatakan, konsumen pasar modern, termasuk supermarket menginginkan buah yang lebih ekslusif dibandingkan yang dijual di pasar tradisional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menambahkan, pihaknya memberikan pendampingan kepada petani selama uji coba sampai nantinya para petani mampu bertanam sendiri. Diharapkan, hasil panen nantinya optimal, sehingga hubungan petani dengan pasar modern yang menjadi mitra untuk melon terus berlanjut.

Agung mengatakan, panen yang berhasil dicapai petani Teluk Naga terbilang sukses, karena hanya lima persen saja yang tidak memenuhi standar dalam artian buahnya pecah, sedangkan lainnya diterima.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut