Serangan yang Ditakutkan Militer Israel Ketimbang Rudal

Sistem rudal "Kubah Besi" Israel.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id – Angkatan Bersenjata Israel menegaskan kalau peretasan (hacking) lebih berbahaya daripada serangan rudal. Sikap ini menanggapi serangan siber global besar-besaran virus pemalak ransomware.

img_title Mobil Anda Bisa Dikunci Hacker dari Jarak Jauh, Ini Ancamannya di 2026

Mereka menggunakan alat mata-mata National Security Agency (NSA) yang dicuri dan memengaruhi sekitar 200 ribu server Windows di lebih dari 200 organisasi di dunia. Negara yang sudah terkena ransomware, di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Rusia, dan Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip situs Jerusalem Post, Senin, 15 Mei 2017, pejabat senior militer Israel yang enggan disebutkan identitasnya ini terang-terangan menyebut serangan siber lebih parah dan menakutkan dibandingkan serangan rudal.

img_title Bahaya Mengintai Pengguna NFC di Indonesia

"Contohnya serangan ke infrastruktur pembangkit listrik. Melumpuhkan dengan serangan siber lebih dahsyat dari serangan rudal. Karena, kalau serangan rudal atau bom hanya menyebabkan beberapa jam saja pemadaman listrik. Dan itu bisa ditanggulangi dengan cepat," katanya.

Jaringan sipil diketahui jauh lebih rentan terhadap kejahatan siber (cybercrime) daripada jaringan militer. Perlindungan jaringan internal militer Israel diklaim jauh lebih kuat daripada jaringan sipil mana pun.

img_title AI Kini Dipakai Penjahat Siber, Ransomware Makin Pintar dan Sulit Dilawan

Meskipun begitu, serangan siber yang luas dengan menggunakan alat mata-mata NSA yang memanfaatkan kelemahan sistem operasi pada server Windows, justru menghidupkan kembali kekhawatiran akan rentannya jaringan global.

Ini juga seperti menegaskan bahwa senjata virtual lebih berbahaya dari senjata konvensional. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencoba untuk menenangkan dengan mengatakan infrastruktur negara tersebut tidak terpengaruh oleh serangan siber apa pun.

Ilustrasi hacker.

Serangan Siber Berubah di Era AI, Phishing hingga Ransomware Kini Lebih Sulit Dideteksi

Perkembangan AI membuat serangan siber seperti phishing, pencurian kredensial, dan ransomware semakin canggih. Bisnis perlu meningkatkan cyber resilience.

img_title
VIVA.co.id
13 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut