Uji Kelayakan OJK, Agusman Soroti Suku Bunga Perbankan

Seleksi Dewan Komisioner OJK
Sumber :
  • VIVA.co.id/Chandra G Asmara

VIVA.co.id – Agusman, calon kepala eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), periode 2017-2022 menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di Komisi XI DPR RI, hari ini, Selasa 6 Juni 2017. 

Wimboh Santoso Resmi Pimpin OJK hingga 2022

Dia ditanyai oleh anggota DPR RI, Andreas Eddy Susetyo terkait bagaimana cara untuk meningkatkan daya saing perbankan nasional di tengah tantangan dari banyaknya perbankan-perbankan asing di Indonesia. 

Menjawab hal itu, Agusman menyampaikan argumen bahwa kunci utama agar perbankan nasional dapat berdaya saing adalah dengan memiliki suku bunga yang kompetitif. Saat ini saja, ujar dia, bunga perbankan RI mencapai 10 persen dan hal itu dirasa masih terlalu tinggi. 

Begini Serunya DPR Pilih Bos Baru Otoritas Jasa Keuangan

"Kalau bank tidak bisa melakukan efisiensi, dan harga dana (pinjaman) nya mahal, ini akan membuat bank kita tidak leluasa untuk berdaya saing," kata Agusman. 

Ia mencontohkan, di Singapura dan Malaysia, tingkat suku bunga Indonesia sudah kurang kompetitif. Dibanding dua negara tetangga ini saja, imbuh dia, sudah membuat Indonesia kalah telak. 

OJK Diminta Perbanyak Warga yang 'Melek' Perbankan

Untuk itu, ia berjanji jika terpilih menjadi kepala eksekutif Pengawas Perbankan OJK, akan mengupayakan tingkat suku bunga yang lebih kompetitif dibanding negara-negara lain. 

"Untuk menjadikan perbankan lebih berdaya saing, yang bisa kita lakukan adalah dengan penguatan efisiensi. Kalau kita lihat biaya dana dan SDM, itu mahal sekali, inilah yang menjadi perhatian kita sekarang," tutur dia.

Mantan Ketua Dewan Komisioner OJK 2012-2017, Muliaman D Hadad.

Tiga Fokus Utama yang Perlu Dikerjakan Ketua Baru DK OJK 

Tiga fokus itu bisa dilakukan dalam lima tahun ke depan.

img_title
VIVA.co.id
20 Juli 2017