Besaran Idealnya Biaya Top Up e-Money Versi Perbankan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Sumber :
  • www.skyscrapercity.com

VIVA.co.id – Bank Indonesia terus mengkaji rencana pengenaan biaya untuk fasilitas penambahan saldo, atau top up uang elektronik, atau e-Money dalam rangka mempercepat penerapan transaksi non tunai di jalan tol.

img_title Bos BCA Buka-bukaan Dampak Tarif Trump ke Perbankan RI

Bank sentral pun telah memastikan, besaran biaya tidak akan membebani masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, berapa biaya ideal untuk pengenaan biaya fasilitas top up versi perbankan?

img_title Gara-gara Hal Ini, Nasabah Loyal BTN Meningkat 222 Persen

"Menurut perkiraan kasar, kira-kira Rp2.000," kata Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Haru Koesmahargyo melalui pesan singkatnya kepada VIVA.co.id, Rabu 7 Juni 2017.

Meski demikian, bank pelat merah tersebut mengaku belum melakukan kajian dasar atas rencana pengenaan biaya fasilitas top up. Namun, secara garis besar, emiten berkode BBRI itu mengapresiasi rencana bank sentral atas kajian untuk mengenakan biaya top up yang saat ini dilakukan.

img_title Laba Bersih BTN 2021 Naik 48,3 Persen, NPL Turun

Menurut Haru, pengenaan biaya tersebut menjadi insentif tersendiri bagi perbankan, terutama dalam mengembangkan bisnis uang elektronik. Infrastruktur pendukung bisa terbangun dan keinginan BI menciptakan transaksi non tunai pun bisa terealisasi.

Fee yang didapat bank, bisa menggantikan biaya transaksi dan untuk mengembangkan jaringan elektronik yang lebih luas,” ujarnya. (asp)

Ilustrasi Media Sosial

Media Sosial Jadi Pedang Bermata Dua bagi Perbankan, Begini Panduan Terbaru OJK

OJK menilai media sosial jadi peluang sekaligus risiko bagi perbankan. Simak panduan terbaru guna kelola komunikasi digital agar aman, transparan dan tetap jaga kepercaan

img_title
VIVA.co.id
7 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut