Semester I, Pemerintah Tarik Utang Rp207 Triliun

Ilustrasi peningkatan utang luar negeri Indonesia.
Sumber :
  • Halomoney

VIVA.co.id – Pemerintah sepanjang semester pertama tahun ini telah menarik utang sebesar Rp207,8 triliun melalui penerbitan Surat Berharga Negara netto. Angka tersebut tumbuh negatif dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.

img_title Ray Dalio Peringatkan Krisis Utang di 2029, Bebannya Tembus US$40 Triliun!

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menegaskan, rendahnya penarikan utang pada semester pertama merupakan upaya pemerintah menjaga kas keuangan negara. Posisi defisit anggaran hingga Juni, berada di level 1,29 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Penerbitan SBN netto semester pertama tumbuh negatif 23,3 persen, lebih kecil dari tahun lalu yang justru tumbuh negatif 34 persen,” kata Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, Jakarta, Kamis malam, 13 Juli 2017.

img_title Suahasil: Utang Kopdes Merah Putih Pasti Dibayar, Sudah Ada Anggarannya

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu memperkirakan, defisit anggaran sepanjang tahun bisa berada di level 2,67 persen terhadap PDB. Dengan proyeksi tersebut, maka pemerintah masih bisa untuk kembali menarik utang maksimal hingga Rp427 triliun.

Defisit keseimbangan primer dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 pun mengecil menjadi Rp68,2 triliun. Angka tersebut menurun hampir separuhnya dari defisit keseimbangan primer pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp143,4 triliun.

img_title Utang Obligasi BLBI Tangani Krisis 1998 yang Dilunasi Pemerintah Sebesar Rp 218,3 Triliun

“Ini menunjukkan kami memperbaiki APBN tanpa membebani ekonomi. Karena tidak bisa langsung turun juga, sebab bisa menimbulkan shock. Tapi arahnya sudah benar, dan akan kami jaga terus,” katanya.

Konferensi Pers APBN KiTa edisi Oktober 2026 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Utang Baru Pemerintah Tembus Rp494,3 Triliun hingga September 2026, Suahasil Hati-hati Terbitkan SBN

Pemerintah menarik utang baru hingga Rp494,3 triliun hingga September 2026 atau 59,4 persen target APBN. Menkeu Suahasil memastikan pembiayaan tetap terkendali.

img_title
VIVA.co.id
9 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut