Rusia Siap Bantu Indonesia Kembangkan Sistem Siber

Direktur Asosiasi Ekspor Teknologi Keamanan Tinggi Rusia, Andrey Bezrukov
Sumber :
  • VIVA.co.id/Afra Augesti

VIVA.co.id – Sebagai salah satu negara dengan sistem teknologi informasi yang canggih, Rusia bersedia membantu Indonesia dalam mengembangkan teknologi siber. Rusia memiliki sejumlah kemampuan di bidang teknologi yang bisa diterapkan oleh Indonesia.

img_title Ancaman Siber Makin Licin, Jangan Asal Instal di HP

Direktur Asosiasi Ekspor Teknologi Keamanan Tinggi Rusia, Andrey Bezrukov menyebutkan, selama ini Rusia selalu membangun sistem keamanan di negaranya secara independen. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sistem teknologi Rusia sangat luas. Rusia juga merupakan satu dari dua negara yang memenuhi syarat gambaran tentang teknologi siber dan teknologi IT," katanya dalam acara Diskusi Meja Bundar Teknologi IT dan Keamanan Siber Rusia, di Hotel JW Marriot, Jakarta Selatan, Senin 24 Juli 2017.

img_title Pembangkit Listrik Lumpuh akibat Serangan Siber

Selain membangun sistem keamanan secara mandiri, Bezrukov mengatakan Rusia selalu bisa menghadirkan solusi asli pada kedua bidang tersebut. Solusi ini nantinya dapat diterapkan dalam beberapa kerja sama pengembangan lintas sistem.

"Yang ingin kami ajukan ke Indonesia adalah beberapa kerja sama antara lain kerja sama pengembangan sistem siber, sistem komunikasi, dan sistem big data," ucapnya.

img_title AI Sekarang bisa Meretas dalam 31 Detik Tanpa Bantuan Manusia

Berdasarkan data Kaspersky, perusahaan antivirus asal Rusia, Indonesia menjadi korban terbesar kedua dari serangan ransomware WannaCry. Tertinggi atau posisi teratas ditempati Rusia. Kaspersky menilai, Indonesia harus terus mewaspadai serangan virus ransomware generasi lainnya. Sebab, WannaCry hanyalah satu dari sekian banyak jenis dari virus pemalak yang mewabah di dunia.

Hacker / serangan siber.

Uni Eropa Resmi Wajibkan Laporan Serangan Siber dalam 24 Jam

Komisi Uni Eropa Bersama Badan Keamanan Siber Uni Eropa (ENISA) mengatakan aturan baru yang mewajibkan pelaporan serangan siber dan kerentanan mulai berlaku 11 September.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut