Budidaya Jamur, Gadis Ini Untung Rp30 Juta per Bulan

Bisnis budidaya Jamur
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agustinus Hari

VIVA.co.id – Mengelolah limbah serbuk kayu menjamur jamur tak pernah terpikirkan oleh Inggrid Worung. Gadis 28 tahun asal Mokupa, Minahasa, Sulawesi Utara, ini mulai melakoni hal tersebut karena penasaran dengan ketersediaan jamur di supermarket.

img_title Ide Bisnis Budidaya Jamur Tiram, Modal Ratusan Ribu Sudah Bisa Panen dan Raup Cuan dari Rumah!

Apalagi dia menceritakan, jamur merupakan makanan favoritnya. Akhirnya pada 2012, proses budidaya jamur pun mulai didalaminya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebenarnya, semua berawal dari hobi saya yang suka makan jamur. Ketika jamur susah dicari di supermarket, akhirnya muncul keinginan saya untuk membudidayakan jamur,” ujar Inggrid saat ditemui VIVA.co.id, di lokasi budidaya jamur, akhir pekan lalu. 

img_title Ramadhan 2026 Bisa Jadi Ladang Cuan, Ini 7 Tips Bisnis yang Patut Dicoba!

Tidak tanggung-tanggu, dia berburu pengetahuan ke Pulau Jawa untuk belajar budidaya jamur. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan jamur yang diproduksinya adalah yang terbaik.

“Saya belajar membuat jamur di Malang, Bandung bahkan Yogyakarta. Baik dari usaha maupun usaha yang sudah menggunakan mesin,” katanya.

img_title Bika Ambonnya Dikritik Ada Binatang, Ci Mehong Ungkap Caranya Berbisnis Sampai Sekarang

Setelah mulai menguasai, dia mulai memberanikan diri untuk membuka usaha. Modal awal yang digunakan dalam budidaya jamur tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit.

”Saya dulu bekerja sebagai agen properti. Modal awal yang saya gunakan pada usaha ini sekitar Rp100 juta, namun jumlah tersebut belum termasuk mesin,” katanya.

Alumnus SMA Katolik Rex Mundi Manado ini mengaku, pada awal usahanya, untuk mencampur bahan yang digunakan harus menggunakan sekop. Untuk mencampur bahan memakan waktu sekitar 1,5 jam. 

“Puji Tuhan, saat ini saya memiliki alat untuk mencampur bahan-bahan membuat jamur. Dengan alat, hanya dibutuhkan tiga menit untuk tercampur rata,” jelasnya.
                      
Budidaya jamur

Mengolah limbah kayu menjadi bibit jamur kini tak membutuhkan waktu lama. Dengan alat yang dimilikinya, cukup tiga menit semua bahan tercampur rata. 

“Pertama yang harus dilakukan, serbuk kayu disaring dengan alat. Ampas atau serbuk yang paling kecil yang akan digunakan sebagai media tumbuh bibit jamur,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah itu, kata dia, serbuk disterilkan dengan cara dikukus dengan api 120 derajat selama enam jam. Proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan jamur dengan kualitas terbaik.

“Setelah steril, serbuk tersebut dicampur dengan dedak. Biasanya setelah medianya dicampur, dibutuhkan waktu satu bulan untuk panen,” ujar anak ke tiga dari empat bersaudara ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut