Bukti Industri Halal Bisa Jadi Sumber Pendapatan Pemerintah

Ilustrasi halal
Sumber :
  • REUTERS/Charles Platiau

VIVA.co.id – Peneliti Bidang Ekonomi Islam dari Wiratama Institute, Yudi Saputra mengusulkan, optimalisasi pengelolaan industri halal di dalam negeri mampu meningkatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara secara signifikan.

img_title Makanan Halal Bukan Sekedar Pilihan, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan dan Perbaiki Kualitas Hidup

Berdasarkan data Global Islamic Economy Report tahun 2016-2017, kata Yudi, saat ini Indonesia bertengger pada posisi 10 produsen industri halal secara global. Indonesia juga menempati posisi sembilan dan delapan dalam sektor keuangan syariah dan obat-obatan, serta kosmetika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Optimalisasi industri halal di Indonesia saat ini, merupakan momentum tepat untuk meningkatkan APBN pemerintah, yang tiap tahun tampaknya makin seret,” ujar Yudi dikutip dari keterangan resminya, Rabu 26 Juli 2017.

img_title Makanan Korea Ramah Muslim, Alternatif Lezat dan Sehat untuk Konsumen Indonesia

Ia menerangkan, secara keseluruhan total pengeluaran dunia dalam industri halal mencapai US$2,97 triliun. Dari angka itu, US$1,9 triliun di antaranya merupakan sumbangan dari sektor makanan, atau setara dengan Rp25.270 triliun. 

Angka itu belum mencakup sektor jasa Keuangan Syariah, di mana aset yang dimilikinya mencapai US$3,46 triliun dan US$2,72 triliun merupakan aset Perbankan Syariah.

img_title Deretan Resep Marshmallow Halal yang Bisa Kamu Buat Sendiri di Rumah, Dijamin Empuk dan Kenyal

“Data di atas menyatakan bahwa industi makanan halal memiliki pasar yang sangat besar. Malaysia mampu bertengger pada posisi puncak, kok Indonesia tidak termasuk dari 10 besar produsen industri makanan halal,” ungkap Yudi, yang juga mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Lebih lanjut, dia menganalogikan, pendapatan negara 2016, jika dibanding dengan pasar industri makanan halal dunia, hanya berada di kisaran 7,2 persen. Karena itu, sektor ini merupakan potensi yang besar untuk dikembangkan.

Artinya, ucap Yudi, jika Indonesia bisa menguasai 10 persen industri makanan halal dunia, penerimaan negara diperkirakan meningkat signifikan. Hal tersebut merupakan data historis, karena rata-rata sektor industri diproyeksikan tumbuh sekitar delapan persen dalam  empat tahun, atau hingga 2021.

“Jika dari potensi industri makanan halal dunia yang mencapai Rp25.270 triliun, Indonesia bisa meraup 10 persen saja porsinya, dipastikan penerimaan hanya dari industri makanan halal mencapai Rp2.527 triliun. Atau lebih tinggi dari penerimaan negara tahun 2016,” terang Yudi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semakin berkembang

Menurut dia, semakin hari perkembangan industri halal kian memikat, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri halal, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Beberapa konsumen global bahkan menganggap, produk dengan sertifikasi halal jauh lebih aman dikonsumsi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut