Menteri Ekonomi Dipanggil Jokowi karena Banyak Proyek Mandek

Menko Perekonomian Darmin Nasution di Istana Negara, Jakarta.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Rahmat

VIVA.co.id – Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengakui pembahasan dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri ekonomi lainnya pada pagi hari ini hanyalah terkait sejumlah proyek yang belum rampung. 

33 Proyek Pelabuhan Mangkrak, Ini Penjelasan Menhub 

"Bapak cuma ngomong bagaimana mempercepat investasi pelaksanaannya supaya investasi masuk. Memang ada beberapa proyek yang oleh bapak supaya diberikan perhatian. Yang sebenarnya sudah proyek lama," jelas Darmin, di Istana Negara, Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Proyek-proyek lama yang belum juga berjalan, menurut Darmin antara lain seperti pelabuhan dan pembangkit listrik. Diantaranya, pelabuhan Patimban di Subang Jawa Barat yang masih banyak kendala.

Mensesneg Akui Evaluasi Menteri Terus Dilakukan

"Bukan kendala. Pokoknya kenapa belum mulai juga pertanyaannya gitu," kata Darmin. 

Selain itu, Menteri BUMN Rini Soemarno yang ditemui ditempat yang sama, juga tidak menjelaskan secara rinci. Hanya mengatakan, pembahasan dengan Presiden hanya terkait investasi. "Ini bahas investasi secara menyeluruh saja," kata Rini singkat. 

Mensos: Larangan Menteri Keluar Jakarta Bukan Hanya Kali Ini

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan fokus Presiden Jokowi adalah agar pembangunan-pembangunan yang belum terlaksana, dilaksanakan secepatnya. 

"Semua yang bisa dipercepat, dipercepat. Jangan terlalu banyak negosiasi enggak jelas," katanya. 

Banyak proyek yang harusnya bisa secepatnya dilakukan. Tanpa harus menunggu proses-proses yang berbelit. 

"Listrik. Mana saja. Seperti Patimban, jalan tol, semua efisiensi dilihat. Contohnya seperti LRT itu. LRT kita tidak ingin elevated, tapi di bawah supaya lebih murah cost-nya," katanya. 


 

Ilustrasi aksi demontrasi bersih korupsi

Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan, Pemkot Tangsel Dilaporkan ke KPK

Kerugian negara atas dugaan korupsi ini disebut mencapai Rp38 miliar. Proyek pembangunan tersebut juga dikatakan mangkrak.

img_title
VIVA.co.id
2 Desember 2021