Asumsi Makro 2018, Ekonomi Didorong ke Timur Indonesia

Presiden Joko Widodo saat pidato di Sidang Tahunan MPR 2017
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVA.co.id –  Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan di angka 5,4 persen. Optimisme tersebut, seiring dengan konsumsi rumah tangga yang relatif terjaga, peningkatan investasi, sampai dengan perbaikan kinerja ekspor dan impor selama periode tersebut.

img_title LIVE Breaking News: Jokowi Sampaikan Pidato Nota Keuangan RAPBN Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo

Hal tersebut disampaikannya dalam pidato pokok-pokok kebijakan Rancangan Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 di Gedung DPR, Rabu 16 Agustus 2017.  Dia pun menjabarkan, asumsi makro ekonomi yang akan dibahas dengan DPR. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pembangunan ekonomi akan diarahkan untuk menumbuhkan ekonomi kawasan Maluku, Papua, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara melalui peningkatan keterkaitannya dengan pulau Jawa dan Sumatera,” kata Jokowi, sapaan akrab Presiden.

img_title Sri Mulyani Naikkan Proyeksi Inflasi RI 2024 ke Kisaran 2,7-3,2%

Peningkatan dan pembangunan infrastruktur, baik konektivitas maupun ketersediaan energi, merupakan kunci dari upaya pemerataan ekonomi ini. Selain itu, pengembangan daerah perbatasan juga menjadi prioritas pemerintah, agar menjadi pintu gerbang transaksi perdagangan internasional.

Sementara itu, inflasi diperkirakan tetap terjaga di level 3,5 persen, didukung oleh perbaikan kapasitas produksi nasional, stabilitasi harga, serta harga komoditas global yang masih relatif rendah. Meski demikian, dampak cuaca terhadap harga komoditas pangan menjadi risiko yang perlu dipertimbangkan.

img_title Banggar Sepakati Asumsi Makro Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo, Ini Rinciannya

“Penguatan koordinasi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil tentunya akan terus ditempuh dan ditingkatkan untuk lebih mendukung terjaminnya stabilitas harga di dalam negeri,” katanya.

Nilai tukar rupiah, lanjut Jokowi, diperkirakan berada di level Rp13.500 per dolar Amerika Serikat. Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan akan membangun upaya penguatan di sektor keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar. 

Sementara itu, rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara tiga bulan tahun 2018 diperkirakan sekitar 5,3 persen, dan asumsi rata-rata harga minyak mentah Indonesia diperkirakan sebesar US$48 per barel. Proyeksi ini sejalan dengan pemulihan ekonomi global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan untuk volume minyak dan gas bumi yang siap dijual selama tahun 2018, diperkirakan mencapai 2 juta barel setara minyak per hari, yang terdiri dari produksi minyak bumi sebesar 800 ribu barel per hari dan gas bumi sekitar 1,2 juta barel setara minyak per hari.

“Asumsi dasar ekonomi makro yang ditetapkan tersebut didasarkan kondisi perekonomian terkini, memperhatikan proyeksi perekonomian mendatang, sehingga diharapkan akan lebih mencerminkan kondisi di 2018,” ujarnya. (asp)

Rapat Komisi XI dengan Pemerintah.

Pemerintah dan Komisi XI Sepakati Asumsi Makro hingga Postur RAPBN 2027, Dolar Dipatok Rp 17.500

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pemerintah akan menindaklanjuti dan mempedomani seluruh masukan, pandangan, dan saran serta kesepakatan yang dicapai.

img_title
VIVA.co.id
2 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut