Cadangan Devisa Agustus 2017 Kembali Catat Rekor

Ilustrasi dolar Amerika Serikat
Sumber :
  • Shutterstock

VIVA.co.id – Cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2017 tercatat US$128,8 miliar atau lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Juli 2017 yang hanya US$127,8 miliar. Posisi cadangan devisa pada periode tersebut terus mencatatkan sejarah tertinggi.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.590 usai Rilis Cadangan Devisa Agustus 2026 dan Ancaman Iran soal Infrastruktur Minyak di Teluk

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman. mengungkapkan, peningkatan cadangan devisa pada periode tersebut dipengaruhi oleh penerimaan devisa yang berasal dari penerimaan pajak dan devisa hasil ekspor migas bagian pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hasil lelang SBBI (surat berharga BI) valuta asing juga ikut dorong peningkatan devisa," kata Agusman, dikutip melalui keterangan resmi, di Jakarta, Jumat 8 September 2017.

img_title Cadangan Devisa di Akhir Agustus 2026 Capai US$146 Miliar, Bos BI Ungkap Kapasitasnya untuk Perkuat Rupiah

Bank sentral menyatakan, penerimaan devisa tersebut melampaui kebutuhan devisa terutama untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo.

Posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2017 tersebut cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.810 Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

"BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," ujarnya. (art)

IHSG

IHSG Kembali Menguat Pagi Ini, Pasar Menanti Arah The Fed dan Data Cadangan Devisa

IHSG pagi hari ini dibuka menguat sebesar 0,28% ke level 6.210,42. Investor mencermati cadangan devisa Indonesia dan risalah The Fed yang terbit dini hari.

img_title
VIVA.co.id
7 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut