Daya Beli Petani Membaik

Ilustrasi Petani.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yusran Uccang

VIVA.co.id – Nilai Tukar Petani atau NTP pada September 2017 dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 102,22 atau naik 0,61 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.

img_title Melonjak 12 Persen, Program Pestani Bikin Petani Nganjuk Panen Bawang Merah 20 Ton Per Hektare

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. Selain itu untuk menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, NTP pada September ini menunjukkan angka yang cukup menggembirakan. Sebab,  semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

img_title 100 Lebih Mahasiswa Universitas Bangka Belitung Diberikan Beasiswa Kelapa, Apa Maksud dan Tujuannya

"NTP kita lihat pada september 2017 ini 102,22. Yang mengembirakan, NTP pada September 2017 ini lebih bagus dibandingkan NTP pada September 2016, jadi kita harapkan ini akan melampaui garis merahnya. Jadi selama dua bulan berturut-turut NTP ini tinggi dibandingkan dua bulan yang sama pada tahun sebelumnya," kata Suhariyanto di kantornya, Senin 2 Oktober 2017.

Ia menjelaskan, pada September 2017 ini, kenaikan NTP tertinggi terjadi di Sumatera Selatan sebesar 2,16 persen. Sementara NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar dibandingkan dengan NTP Provinsi lainnya yakni turun sebesar 0,95 persen.

img_title Kementan Minta Tambah Anggaran Rp5 Triliun untuk Kesejahteraan Petani hingga Daya Saing Ekspor

"NTP berdasarkan subsektor seluruhnya mengalami kenaikan kecuali untuk holtikultura dan peternakan. Untuk tanaman pangan misalnya, naik karena ada kenaikan harga indeks yang diterima petani, untuk gabah, ubi kayu dan ubi jalar. NTP Holtikultura itu menurun, karena harga barang mewah turun, juga kol, kubis, cabai rawit, itu turun," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, ia mengatakan NTP perkebunan yang mengalami kenaikan itu, lantaran adanya kenaikan harga yang diterima petani untuk komoditas karet, tembakau dan kelapa sawit.

"Nah, kalau NTP Peternakan yang alami penurunan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani alami penurunan karena beberapa komoditas yang berpengaruh yaitu karena sapi potong, ayam ras pedaging dan domba. Sementara itu untuk NTP perikanan semuanya naik, baik untuk perikanan tangkap atau perikanan budidaya," tutur dia.

Pengamanan aksi unjuk rasa Dewan Pengurus Pusat Serikat Petani Indonesia (DPP SPI) di kawasan DPR RI Senayan

Kawal Aksi Petani di Gedung DPR, Sebanyak 448 Polisi Dikerahkan

Sebanyak 448 personel Polres Metro Jakarta Pusat diterjunkan untuk mengamankan penyampaian aspirasi Dewan Pengurus Pusat Serikat Petani Indonesia (DPP SPI) di DPR.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut