Daya Beli Tertekan, Ini Tips agar Kantong Tak Makin Jebol

Pemerintah tidak akan menerbitkan kebijakan yang menggerus daya beli masyarakat hingga di penghujung tahun.
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVA – Banyak kalangan menilai kondisi perekonomian saat ini tengah menghadapi tantangan cukup berat. Kinerja penjualan beberapa sektor industri cenderung melandai, salah satunya tertekan oleh daya beli masyarakat yang melemah. 

img_title Harga Pertalite Dipastikan Tetap hingga Akhir 2026, Airlangga Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Daya Beli

Alhasil, sepanjang tahun ini, masyarakat Indonesia banyak mendengar kabar buruk penutupan beberapa cabang ritel atau pusat belanja. Mulai dari kebangkrutan Seven Eleven dan Nyonya Meneer, lalu penutupan cabang-cabang supermarket dan department store.
 
Mengutip hasil riset AC Nielsen, Oktober 2017, pelemahan daya beli menjadi biang kerok utama perlambatan penjualan sektor ritel sepanjang tahun ini. Bila biasanya sektor ritel barang konsumsi rumah tangga mampu tumbuh rata-rata 11 persen per tahun, maka sepanjang tahun ini pertumbuhannya cuma 2,7 persen. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terpukulnya daya beli masyarakat terutama kalangan kelas menengah bawah dan kelas bawah, menurut Nielsen, adalah karena beberapa faktor utama. Pertama, penurunan penghasilan. Kedua, kenaikan gaji yang diperoleh tidak signifikan terutama bila dibandingkan laju kenaikan harga barang dan jasa. 

img_title Pajak E-Commerce Ditunda, Purbaya Beberkan Alasannya

Ketiga, peningkatan biaya hidup dan pengeluaran rutin rumah tangga, salah satunya akibat tekanan harga listrik. Penurunan daya beli masyarakat menjadi alarm penting perekonomian nasional. 

“Terlebih, pertumbuhan ekonomi Indonesia banyak disokong oleh konsumsi masyarakat,” ujar Managing Director HaloMoney.co.id, Riko Depari.

img_title LPS Ungkap Tabungan Masyarakat di Bank Terus Bertambah, Sinyal Daya Beli Warga Mulai Pulih

Nah, sembari menunggu kebijakan pemerintah lebih lanjut untuk mendongkrak daya beli masyarakat, ada baiknya sebagai individu, juga berupaya terus menjaga daya beli masing-masing. Memiliki daya beli berarti Anda memiliki penghasilan memadai untuk membiayai beragam kebutuhan dan pengeluaran.

Daya beli disokong oleh besar penghasilan, baik penghasilan rutin atau penghasilan variabel. Supaya daya beli selalu terjaga, fokuskan selalu pada upaya agar penghasilan Anda mampu mengimbangi bahkan mengalahkan laju inflasi.

Berikut ini tiga pilihan langkah supaya Anda bisa mengalahkan inflasi sehingga daya beli di masa mendatang akan selalu terjaga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Berhemat

Jalankan strategi berhemat, sehingga penghasilan yang Anda miliki saat ini masih dapat disisihkan untuk menyiapkan kebutuhan hari depan. Berhemat bukan berarti pelit, lho. Menjadi pebelanja bijak atau wise spender berarti Anda memiliki prioritas konsumsi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut