Daya Beli Tertekan, Ini Tips agar Kantong Tak Makin Jebol

Pemerintah tidak akan menerbitkan kebijakan yang menggerus daya beli masyarakat hingga di penghujung tahun.
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

Prioritas konsumsi akan membantu Anda membelanjakan uang di pos-pos yang memang menjadi kebutuhan, menghindari aksi belanja impulsif dan akhirnya bisa memperbesar alokasi penghasilan yang dapat Anda sisihkan untuk kebutuhan hari depan.

img_title Pemerintah Buka Peluang Turunkan PPN, Purbaya Jelaskan Syarat dan Kondisinya

2. Mencari penghasilan tambahan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Daya beli yang kuat membutuhkan sokongan penghasilan yang memadai. Jangan terlena dengan penghasilan yang Anda dapatkan saat ini. Manfaatkan usia muda untuk mengoptimalkan produktivitas dan menambah penghasilan dengan menjalankan usaha-usaha sampingan. 

img_title Pemerintah Putuskan Tarif Listrik sampai Desember 2025 Tidak Naik

Kemajuan teknologi saat ini dengan kehadiran internet dan platform e-commerce atau online market place, bisa membuka peluang yang menjanjikan. Penghasilan sampingan yang Anda dapatkan bisa Anda putar lagi menjadi modal bisnis atau sebagian disisihkan untuk investasi atau tabungan hari depan.

3. Investasi

img_title Ini 5 Tanda Aneh saat Resesi Mengintai, Mulai dari Penjualan Lipstik hingga Pakaian Dalam

Berinvestasi berarti Anda menempatkan dana untuk diputar di sebuah instrumen dengan harapan dana tersebut berkembang melampaui tingkat inflasi. Berinvestasi tidak perlu menunggu jadi orang kaya. Dengan pendapatan yang Anda dapatkan saat ini, sisihkan paling tidak 10 persen untuk berinvestasi untuk tujuan keuangan di masa depan. (art)

Ilustrasi dompet kosong

Benarkah Daya Beli Warga RI Turun? Pemerintah Beberkan Data Terbaru

Pemerintah menyebut daya beli masyarakat tidak melemah, melainkan mengalami pergeseran konsumsi. Data transportasi, pariwisata, dan transaksi QRIS menunjukkan peningkatan

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut