Gunung Agung Erupsi, Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman

Letusan Gunung Agung.
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

VIVA – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, PT Pertamina menjamin stok Bahan Bakar Minyak di wilayah Bali aman kendati masih terjadi erupsi Gunung Agung. 

img_title Pertamina Tegaskan Tetap Jual Premium Sesuai Penugasan Pemerintah

"Stok untuk Natal dan Tahun Baru aman banget. Stok kita cukup. Doakan agar distribusi kita aman tidak terkendala bencana erupsi Gunung Agung," kata Marketing Brand Manager PT Pertamina Regional V Bali-Nusra, I Ketut Permadi Arya Kumara di sela penyerahan bantuan BUMN kepada pengungsi Gunung Agung di GOR Swecapura, Klungkung, Rabu 6 Desember 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan, saban hari di Bali membutuhkan BBM sebanyak 3.000 kiloliter dan gas sebesar 650 metrik ton. Sejauh ini, proses distribusi masih berjalan lancar, belum terdampak aktivitas erupsi Gunung Agung. "Doakan distribusi aman, tidak terkendala Gunung Agung," kata Arya.

img_title Jangkau Wilayah Remote, Kebutuhan BBM Polda Jabar Meningkat

Jika pun terkendala, semisal jalan putus karena Gunung Agung, Ia mengaku telah memiliki beberapa skenario yang telah disiapkannya. Dalam hal distribusi, Arya menuturkan telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk jalur distribusi jika bencana alam semakin meluas. 

"Misalnya, distribusi jalan darat putus kita siapkan distribusi jalur laut," jelasnya.

img_title Gunung Agung Kembali Kebakaran, Pura dan Prasasti Hangus Dilalap Api

Jika nantinya Depo Manggis di Karangasem terisolasi, Arya mengaku masih ada Depo di Pesanggaran, Denpasar, yang bisa memasok BBM. Jika pun tak memungkinkan, masih ada Depo Tanjung Wangi di Banyuwangi.

"Relatif dekat dan bisa didistribusikan via kapal ferry lalu jalur darat. Itu bisa meng-cover Bali bagian barat seperti Kabupaten Jembrana, Buleleng dan Tabanan," tuturnya.

Untuk pengungsi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, khusus bagi pengungsi Gunung Agung, Arya menegaskan, sikap kepedulian institusinya dengan memberikan tujuh tabung gas di tiap titik tujuh pengungsian utama. "Untuk satu titik pengungsian kita salurkan tujuh tabung gas 12 kilogram. Jadi, setiap hari itu 49 tabung kita salurkan untuk pengungsi," kata Arya.

Di sisi lain, Arya mengaku terjadi penurunan penjualan. Ia tak menampik, jika hal itu imbas status awas Gunung Agung yang menyebabkan roda ekonomi tak berjalan normal. Namun, dia belum bisa menghitung berapa persen jumlah penurunan konsumsi paca-status Gunung Agung kembali dinaikkan ke level IV (awas).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut