Batu Bara Diubah Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi

Produksi Batu Bara di Bukit Asam.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

VIVA – PT Bukit Asam Tbk menandatangani perjanjian kerja sama hilirisasi batu bara dengan PT Pertamina, PT Pupuk Indonesia, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Kerja sama ini merupakan bagian dari roadmap holding BUMN industri pertambangan untuk melakukan hilirisasi produk-produknya.

img_title Dalam Tiga Bulan, Serapan Produk UMKM di Pertamina Capai Rp3,5 Miliar

Dengan kerja sama ini, batu bara dari Bukit Asam akan diubah melalui teknologi gasifikasi menjadi produk akhir yang bernilai jual lebih tinggi. Teknologi gasifikasi mengonversi batu bara muda menjadi syngas yang merupakan bahan baku untuk Dimethyl Ether (DME) sebagai bahan bakar, urea sebagai pupuk, dan Polypropylene sebagai bahan baku plastik.
 
“Kami ingin menciptakan nilai tambah, mentransformasi batu bara menjadi ke arah hilir dengan teknologi gasifikasi, dengan menciptakan produk akhir yang memiliki kesempatan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan sekadar produk batu bara,” kata Arviyan Arifin, direktur utama PT Bukit Asam Tbk, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 9 Desember 2017. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Upaya ini, menurut Arviyan, diharapkan akan semakin menguntungkan perusahaan dan sesuai dengan tujuan jangka pendek holding BUMN industri pertambangan, yaitu hilirisasi.

img_title X-Trail Baru Dijual Rp370 Jutaan, dan Perusahaan Amerika Mau Investasi

Setelah penandatanganan perjanjian ini, Bukit Asam bersama Pertamina, Pupuk Indonesia, dan Chandra Asri Petrochemical akan melaksanakan Bankable-FS (studi kelayakan), Amdal, dan persiapan pendanaan untuk selanjutnya melakukan proses pengadaan Engineering Procurement Construction (EPC). 

Pabrik pengolahan gasifikasi batu bara juga akan dibangun di Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE) yang berada di mulut tambang batu bara Tanjung Enim, Sumatera Selatan. BACBIE akan berada pada satu lokasi yang sama dengan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8. 

img_title Ahok: Kalau Saya Dirut Pertamina, Kadrun Demo Mau Bikin Gaduh

Pembangunan pabrik pengolahan gasifikasi direncanakan beroperasi pada November 2022. Produksi pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar sebesar 500 ribu ton urea per tahun, 400 ribu ton DME per tahun, dan 450 ribu ton Polypropylene per tahun.

Dengan target pemenuhan kebutuhan sebesar itu, diperkirakan kebutuhan batu bara sebagai bahan baku sebanyak 9 juta ton per tahun; termasuk untuk mendukung kebutuhan batu bara bagi pembangkit listriknya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Energi nasional

Direktur Utama PT Pertamina, Elia Massa Manik menegaskan bahwa kerja sama ini adalah langkah strategis bagi semua pihak, untuk kepentingan ketahanan energi nasional, dalam pemanfaatan (DME) sebagai bahan bakar, serta pengembangan bisnis petrokimia hasil olahan dari batu bara. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut