Sri Mulyani Ingatkan CPNS Jangan Bodoh Usai Jadi Birokrat

Sri Mulyani di depan para CPNS di Istora Senayan, Jakarta.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Arrijal Rahman

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan kepada para calon pegawai negeri sipil untuk tidak menjadi birokrat yang bodoh setelah lima tahun mengabdi. Hal itu disampaikannya di hadapan 33 ribu CPNS di Istora Senayan Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018.

Berkas Lengkap, Olivia Nathania Putri Nia Daniaty Segera Disidang

Menurut Ani panggilan akrab Sri Mulyani, hingga saat ini, citra birokrat sebagai pengabdi negara tak lepas dari anggapan sebagai sumber masalah. Yakni, pelayan yang lama, korupsi, serta memperkaya diri sendiri tanpa mempedulikan masyarakat.

"Saya akan sampaikan jangan pernah sesudah Anda menjadi bagian birokrasi dalam lima tahun Anda menjadi semakin bodoh. Maka jika masuk di sini kalian harus benar-benar waspada apakah kalian akan menjadi bagian sumber masalah atau menjadi perubah citra itu," ujar Ani di Istora Senayan, 27 Maret 2018.

Hasil Psikotes Seleksi CPNS Nol, Kejagung Beri Tanggapan

Dia mengingatkan, agar hal itu tidak terjadi, maka CPNS harus selalu memiliki jiwa yang kepo, atau selalu memiliki keinginan untuk mau belajar, tidak pernah puas diri, berinovasi dan tidak pernah merasa minder atau menutup diri untuk berinteraksi dengan masyarakat global.

"Tidak ingin menambah ilmu maka saya jamin Anda akan menjadi makin bodong dalam lima tahun. Makannya kita harus terus memiliki disiplin memperbaiki diri. Jangan pernah Anda merasa sudah lulus (CPNS) anda tidak perlu lagi membuktikan apa-apa. Dan continues learning menjadi penting," tegas Ani.

Sri Mulyani Janjikan Insentif ke Perusahaan Peduli Perubahan Iklim

CPNS ilustrasi

Selain itu, kata dia, saat ini dunia juga terus berkembang dengan semakin majunya teknologi yang bisa menggantikan peran kerja manusia untuk bidang-bidang yang cenderung bersifat adminsitratif. Sehingga, lanjutnya, peran CPNS yang cenderung kerja adminstratif akan cepat tergerus bila tidak memiliki inovasi dan keahlian dalam dirinya sendiri.

"Saya ingin sampaikan, dari empat juta lebih ASN (Aparatur Sipil Negara), yang menjabat sebagai struktural tidak lebih dari 10 persen. Sebagian besar tadi adalah pegawai adminsitratif yang sangat mudah diganti teknologi. Maka Anda perlu mencari nilai tambah itu dengan belajar," tegasnya.

Karenanya, tambah Ani, CPNS perlu terus untuk belajar agar menjadi orang yang cerdas dan semakin kompeten. Dengan begitu, masyarakat Indonesia bisa bangga kepada CPNS.

"Yang 270 juta manusia Indonesia menitipkan harapannya kepada Anda agar bisa sejahtera, makmur, dan adil. Republik ini juga diperkirakan akan berpenduduk 320 juta manusia di kemerdekaan berikutnya. Sehingga Jadilah birokrat yang melayani dan bersih, jangan jadi masalah, selalu berfikir positif dan jangan lelah mencintai Republik Indonesia," paparnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya