Dolar AS Perkasa di Level Rp14.700, Akankah Terus Menguat

Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, terus terpuruk pada perdagangan hari ini. Bahkan, dolar AS di pasar internasional senilai Rp14.700 per dolar AS. 

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.896 per Dolar AS pada Jumat Pagi, Naik 19 Poin

Dilansir dari data pedagangan Reuters, Kamis 30 Agustus 2018, pukul 16.29 WIB, dolar AS dibanderol pada level Rp14.739 per dolar AS, dari sebelumnya pada perdagangan siang tadi berada di level Rp14.675 per dolar AS. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, di perdagangan antarbank berdasarkan data Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah dibanderol Rp14.655 per dolar. Angka tersebut, melemah dari kemarin yang senilai Rp14.643 per dolar AS. 

img_title Rupiah Tertekan ke Rp17.915, Ancaman Serangan AS ke Iran Jadi Sorotan Pasar

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan, rupiah tetap melemah walaupun Bank Indonesia sudah meningkatkan suku bunga sebanyak empat kali, sejak Mei, guna menyelamatkan mata uang Indonesia. 

"Federal Reserve (The Fed) diprediksi kembali meningkatkan suku bunga di bulan September dan dolar akan stabil, sehingga rupiah berpotensi terus melemah," ungkap Lukman dikutip dari analisisnya, Kamis 30 Agustus 2018. 

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.871, The Fed Bawa Angin Segar untuk Pasar

Rupiah, menurutnya, menjadi salah satu mata uang Asia berkinerja paling buruk di 2018. Di saat, masalah dagang global dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS membebani pasar berkembang. (asp)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

Menkes Perkirakan Peluang Bisnis Kesehatan Indonesia Tembus 840 Miliar Dolar AS

Menkes Budi Gunadi Sadikin memperkirakan nilai belanja kesehatan di Indonesia mencapai 840 miliar dolar AS per tahun. Hal ini terjadi bila Indonesia mampu sama

img_title
VIVA.co.id
9 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut