Selain Lindungi Hutan, Partisipasi Perempuan Bisa Tingkatkan Ekonomi

Ilustrasi hutan.
Ilustrasi hutan.
Sumber :
  • dw

VIVA – Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memperkuat perencanaan pengelolaan hutan di Kalimantan bersama dengan lembaga internasional.

Bekerjasama dengan UNDP dan pendanaan dari GEF perencanaan ini terutama hutan di Area Penggunaan Lain (APL) untuk menjaga keseimbangan lingkungan melalui proyek “Strengthening Forest Area Planning and Management in Kalimantan” atau KalFor Project.

Pada lokus proyek KalFor di empat Kabupaten yaitu Sintang, Ketapang, Kotawaringin Barat dan Kutai Timur banyak ditemukan berbagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang telah dimanfaatkan masyarakat dan memberikan nilai ekonomis.

Baca juga: Di Atas Jurang 80 Meter, PUPR Buat Jembatan Gantung Kaca Pertama RI

Misalnya, pewarna alam untuk pembuatan tenun ikat, budidaya madu kelulut (madu trigona), pengolahan rotan untuk berbagai kerajinan rumah tangga, pemanfaatan jenis-jenis tanaman obat dan HHBK lain seperti gula aren, asam kandis hingga jengkol.

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Ditjen PKTL Kementerian LHK Belinda A. Margono mengatakan, penatagunaan hutan di APL ini perlu didorong kepada Pemerintah Daerah.

Areal bukan Kawasan hutan yang secara penatagunaan ruangnya diperuntukkan untuk produksi, tetap diperlukan areal-areal berhutan untuk kepentingan perlindungan tata air, keanekaragaman hayati, iklim mikro serta estetika untuk kenyamanan hidup.