Intip Deklarasi Bali, Komitmen Dunia Basmi Perdagangan Ilegal Merkuri

Merkuri.
Merkuri.
Sumber :
  • ABC News

VIVA – Deklarasi Bali atau Bali Declaration telah resmi diluncurkan dan diadopsi kemarin pada salah satu sesi di Conference of the Parties (COP) ke-4 Konvensi Minamata tentang Merkuri

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya bersama-sama dengan Sekretaris Eksekutif Konvensi Minamata, Monika Stankiewicz, Presiden COP-4 Konvensi Minamata, Rosa Vivien Ratnawati, CEO Global Environment Facility, Carlos Manuel Rodriguez dan Ketua Delegasi Republik Indonesia (DELRI), Muhsin Syihab meluncurkan Deklarasi Bali ini di hadapan para delegasi.

Menteri Siti dalam pidatonya menyampaikan bahwa, seperti dilansir United Nations Environment Programme (UNEP) pada tahun 2020, merkuri merupakan salah satu bahan kimia yang diperdagangkan secara ilegal di dunia. Dengan perkiraan nilai global lebih dari US$200 juta per tahun dan terus bertambah.  

"Industri ilegal ini merupakan tantangan dalam perjuangan kita untuk membebaskan dunia dari merkuri," ungkap Menteri Siti dalam pidatonya dikutip dari keterangannya, Selasa 22 Maret 2022.

Siti menerangkan, menurut laporan tersebut banyak merkuri yang digunakan dalam Penambangan Emas Skala Kecil (PESK) diperdagangkan secara ilegal, beberapa di antaranya mudah diperoleh melalui e-Commerce. Meningkatnya penggunaan merkuri dalam satu dasawarsa terakhir, khususnya dalam PESK telah menjadi perhatian serius para negara pihak.

Dia pun menegaskan bahwa perdagangan ilegal merkuri berpotensi melemahkan upaya kolektif para pihak dalam mengimplementasikan Konvensi. Paparan merkuri akan memberikan ancaman serius kepada manusia, terutama perempuan dan anak-anak pada berbagai masalah kesehatan.

Peredaran ilegal merkuri juga akan mencemari seluruh komponen ekosistem mulai dari keanekaragaman hayati hingga perubahan iklim hingga pencemaran. Serta mengganggu data resmi global perdagangan merkuri.