Trasisi Energi Bersih Solusi Tekan Beban Subsidi, Ini Penjelasannya

Ilustrasi sumber energi terbarukan.
Ilustrasi sumber energi terbarukan.
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Subsidi energi terus menjadi sorotan Pemerintah saat ini. Sebab beban subsidi energi terhadap APBN terus membengkak dan besar kemungkinan tidak tepat sasaran, atau tidak diberikan kepada kelompok miskin yang memang berhak.

Ekonom Konstitusi Defiyan Cori memaparkan, data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuktikan bahwa realisasi subsidi energi yang diberikan untuk masyarakat pada 2021 telah mencapai Rp131,5 Triliun. Realisasi ini mengalami kenaikan sebesar 37,41 persen dibandingkan tahun 2020 sekitar Rp95,7 triliun.

"Jumlah realisasi subsidi energi tersebut pun telah melampaui sasaran (target) yang ditetapkan sejumlah Rp 110,5 triliun atau angka realisasinya lebih besar Rp 21 triliun," kata Defiyan dikutip dari keterangannya, Sabtu, 25 Juni 2022.

Dengan rincian Rincian realisasi subsidi energi itu digunakan sejumlah Rp47,8 triliun atau 36,35 persen untuk alokasi listrik. Serta subsidi untuk energi fosil yaitu Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) sejumlah Rp83,7 triliun atau sebesar 63,65 persen.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan realisasi subsidi energi pada tahun-tahun sebelumnya, maka porsi subsidi untuk BBM dan LPG meningkat 75,47 persen atau Rp36 triliun. Sebaliknya dengan, subsidi listrik justru mengalami penurunan sebesar 0,42 persen atau Rp200 miliar.

Sementara itu, pemerintah telah menetapkan sasaran subsidi energi untuk 2022 mencapai Rp134 triliun. Namun, faktanya berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga April 2022 realisasi belanja subsidi energi telah mencapai Rp34,8 triliun.

"Jumlah itu mengalami kenaikan dari capaian di periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp23,2 triliun, terdapat selisih lebih besar Rp13,6 triliun," ungkap Defian.