Pemerintah Sebut Tarif Penggunaan Kompor Listrik Ikuti Harga Subsidi

Ilustrasi penggunaan kompor listrik.
Ilustrasi penggunaan kompor listrik.
Sumber :
  • ANTARA Foto/HO-Humas PLN.

VIVA Bisnis – Program Konversi Kompor LPG ke kompor listrik atau induksi diuji coba di dua kota di Indonesia yaitu di Solo (Jawa Tengah) dan Denpasar (Bali). Uji coba dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN.

Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kemenerian ESDM Dadan Kusdiana menjabarkan, PLN tengah membagikan paket kompor induksi kepada masyarakat. Kompor diberikan kepada masing-masing 1.000 keluarga penerima manfaat di Denpasar dan Solo.. 

"Kita mempelajari keberterimaan terhadap kompor induksi ini,“ ujar Dadan dalam keterangannya, Jumat, 23 September 2022.

Ilustrasi kompor listrik

Ilustrasi kompor listrik

Photo :
  • Youtube Top 5 Picks

Dia mengungkapkan, paket kompor induksi gratis yang diberikan terdiri dari tipe 2 tungku dengan daya 1.000 Watt dan daya 1.800 Watt. Dengan sasaran penerima paket ini adalah rumah tangga kecil dengan daya 450 VA, 900 VA, dan usaha mikro.

Selain itu penerima paket akan dibantu untuk mendapatkan penyesuaian daya listrik secara gratis. Tanpa menaikkan daya kontrak dengan tarif subsidi seperti semula.

Dengan demikian lanjut dia, tarif listrik yang digunakan kompor ini pun juga disubsidi oleh Pemerintah. Sehingga, diharapkan tidak membebani.

“Terobosan yang kita lakukan adalah mengganti Miniatur Circuit Breaker (MCB) nya dari 450 VA menjadi 3.500 VA, dan 900 VA menjadi 4.400 VA. Kita khusus untuk program ini, nanti untuk keluarga yang memang berhak menerima subsidi ini, otomatis tarifnya mengikuti harga subsidi,“ jelas Dadan.

Ilustrasi Tabung Gas Elpiji 3 Kg.

Ilustrasi Tabung Gas Elpiji 3 Kg.

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Program konversi kompor LPG ke kompor induksi dilakukan untuk mendukung program Pemerintah terkait Ketahanan Energi Nasional melalui program pengalihan energi berbasis impor menjadi energi berbasis domestik. (ant)