Jadi Pembicara di COP28, Anindya Bakrie Beberkan Upaya RI Hadapi Perubahan Iklim

Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya N. Bakrie
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta - Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Anindya N. Bakrie, turut ambil bagian di KTT Perubahan Iklim COP28, yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab. Anindya pun menjadi salah satu pembicara, dalam diskusi bertema 'Boosting Green Skills To Accelerate The Climate Transition'.

Gagalkan Pemberangkatan, Kemnaker Amankan 8 Pekerja Migran Nonprosedural di Bandara Soetta

Dalam forum tersebut, Anindya Bakrie memaparkan berbagai peran yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia, terutama dalam upaya-upaya yang telah dan akan terus dilakukan untuk mengatasi masalah perubahan iklim.

Momen Anindya Bakrie Temani Presiden Joko Widodo di Stanford

Photo :
  • Dok
24 Jam Singgah di Dubai Setelah Umrah, Bisa ke Mana Aja?

Menurutnya, pemerintah Indonesia telah merancang berbagai program untuk meningkatkan keterampilan ramah lingkungan, yang memfokuskan pada peran serta masyarakat dan melibatkan anak muda.

"Saat ini kita harus melihat Indonesia, dimana kita mendorong untuk memodernisasi upaya dekarbonisasi di dunia," kata Anindya sebagaimana dikutip dari YouTube tvOneNews, Minggu, 3 Desember 2023.

Aturan Baru UEA Selama Bulan Ramadan, Jam Kerja Dikurangi 2 Jam Hingga Fasilitas Parkir Gratis

Dia menjelaskan, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan dari upaya-upaya yang telah dilakukan Indonesia, dalam mengatasi masalah perubahan iklim tersebut. Pertama adalah dengan cara melestarikan dan menilai keanekaragaman hayati Indonesia, yang memiliki hutan terbesar ketiga di dunia.

"Kami juga sebenarnya punya banyak hutan hujan dan lahan gambut, yang dapat menyerap lebih banyak CO2 ketimbang hutan. Apalagi kita juga memiliki terumbu karang dan rumput laut," ujar Anindya.

Presiden Jokowi dan Chairman ABAC Indonesia Anindya Bakrie.

Photo :
  • Instagram @jokowi

Yang kedua, Anindya menekankan upaya Indonesia dalam mengelektrifikasi mesin pembakaran. Hal itu karena Indonesia memiliki sumber daya mineral penting di bawah tanah, yang dapat diproses seperti misalnya nikel, tembaga, timah, dan seng.

"Dan ketiga, kami berharap, tentunya dengan menggunakan energi terbarukan, kita juga dapat berkontribusi (dalam mengatasi masalah perubahan iklim)," ujarnya.

Diketahui, COP28 adalah pertemuan iklim tahunan PBB yang ke-28, yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, mulai 30 November hingga 12 Desember 2023. Dalam COP28 itu, para pemerintah dari berbagai negara anggota PBB termasuk Indonesia, mendiskusikan bagaimana mengatasi dan mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah perubahan iklim global di masa depan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya