Masih Ada 20 WNI di Arab Saudi Terancam Hukuman Mati

Demo kecam hukuman mati di Kedubes Arab Saudi, Jakarta.
Sumber :
  • VIVA/Bayu Januar

VIVA –  Masih ada 20 warga negara Indonesia di Arab Saudi yang hingga kini terancam hukuman mati. Dari puluhan vonis tersebut ada yang sudah berkeputusan qisas bahkan inkracht atau berkekuatan hukum tetap.

img_title Aljazair Bakal Berlakukan Hukuman Mati Bagi Pelaku Pembakaran Hutan

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osamah Mohammed Abdullah Shuibi mengatakan masing-masing negara memiliki aturan dan hukum yang berlaku. Pelaksanaan hukuman mati juga tak hanya ada di Saudi, tetapi juga di Amerika Serikat bahkan Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Vonis hukuman mati atau qisas dilalui dengan berbagai tahapan. Namun demikian keputusan pelaksanaan qisas tidak hanya dari pemerintah, tapi juga dari keluarga," kata Dubes Osamah di Kedubes Arab Saudi, Jakarta Selatan, Senin 7 Mei 2018.

img_title Sepupu Eks Presiden Suriah Bashar Assad Divonis Mati

Menurut Osamah, untuk meminimalisir pelanggaran atau hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, perlu diberikan sosialisasi dan pembelajaran kepada WNI yang akan masuk ke Saudi, baik itu untuk bekerja maupun jemaah Umroh.

"Kewajiban pemerintah untuk memberi penjelasan kepada mereka. Berkaitan dengan qisas, pemerintah Saudi berusaha untuk melakukan pendekatan personal dengan keluarga korban agar tidak dilaksanakan hukuman, setelah mendapat pemaafan dari keluarga," ujar Osamah.

img_title Orang yang Dihukum Mati Apakah Dosanya Langsung Habis? Buya Yahya Beri Penjelasan Berdasarkan Syariat Islam

Selain itu, Dubes Saudi juga menyayangkan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh beberapa pihak, setelah beberapa waktu lalu Arab Saudi mengeksekusi mati Zaini Misrin, TKI asal Indonesia yang dituduh membunuh majikannya.

"Pasca pelaksanaan hukuman qisas terhadap Misri, di depan kedutaan banyak demonstrasi. Padahal pelaksanaan hukuman adalah syariat Islam yang perlu, setelah proses hukum dilaksanakan. Perlu pembelajaran dan pengetahuan kepada mereka yang akan masuk ke Saudi," ujarnya.

Ilustrasi hukuman mati.

Terima Suap Rp 388 Miliar, Eks Gubernur di China Divonis Hukuman Mati

Mantan Gubernur Provinsi Shanxi Jin Xiangjun dijatuhi hukuman mati dengan masa penangguhan dua tahun karena dinilai terbukti melakukan korupsi berupa penerimaan suap

img_title
VIVA.co.id
9 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut