Keluar dari Dewan HAM PBB, AS Bela Israel

Dubes AS untuk PBB Nikki Haley
Sumber :
  • REUTERS/Luis Echeverria

VIVA – Amerika Serikat memutuskan untuk keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB, yang dianggap munafik dalam menjalankan misinya. Reformasi yang dilakukan di tubuh badan PBB tersebutm dinilai berjalan di tempat. 

img_title Demo Sempat Ricuh, Mobil Komando Buruh Ditabrakan ke Kawat Berduri

Dilansir dari Reuters, Rabu 20 Juni 2018, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengumumkan hal tersebut pada Selasa waktu setempat. AS pun ditegaskan mengecam Rusia, China, Kuba, dan mesir yang terus berusaha menggagalkan upaya AS untuk melakukan reformasi di dewan PBB tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Haley pun mengkritik negara-negara anggota lainnya yang mendorong AS untuk tinggal, tetapi tidak serius mendukung upaya reformasi yang dilakukan AS tersebut. 

img_title Kapolri Gelar Lomba Orasi Gara-gara Indeks Demokrasi RI Melorot

Salah satu reformasi yang didorong AS adalah mempermudah aturan untuk menendang negara-negara anggota yang memiliki catatan HAM yang mengerikan. Diperlukan dua pertiga dari 193 suara mayoritas di badan tersebut untuk mewujudkan reformasi tersebut. 

"Lihatlah keanggotaan dewan, dan Anda melihat ketidaksenangan yang mengerikan terhadap hak paling dasar," kata Haley.

img_title Sejumlah Legislator Papua Masih Keberatan UU Otsus, Ini Sebabnya

Haley pun mengatakan, fokus kebijakan dewan tersebut syarat akan kepentingan politik. Hal itu terlihat, dari terus dikecamnya Israel oleh para anggota, karena konflik yang terus terjadi dengan Palestina hingga saat ini. 

"Fokus yang tidak proporsional dan permusuhan tanpa akhir terhadap Israel, adalah bukti yang jelas bahwa dewan dimotivasi oleh bias politik, bukan oleh hak asasi manusia." tegasnya. (asp)

Aksi massa longmarch protes krisis ekonomi di Teheran, Iran

20 Orang Tewas dan Ribuan Ditangkap Buntut Gelombang Protes di Iran

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran (HRANA) melaporkan bahwa gelombang protes di Iran pada hari ke-8 menyebabkan 20 orang tewas dan hampir 1.000 orang ditangkap.

img_title
VIVA.co.id
5 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut