Mahasiswa Indonesia Diperkosa di Belanda

Ilustrasi/Aksi Solidaritas untuk korban pemerkosaan dan pembunuhan di Indonesia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dewi Fajriani

VIVA – Kepolisian Rotterdam, tengah menyelidiki kasus pemerkosaan yang menimpa seorang mahasiswa Indonesia di Belanda. Wanita tersebut diserang oleh seorang pria tak dikenal pada hari Sabtu lalu, 21 Juli 2018.

img_title Hasto Ajak Mahasiswa UBK Miliki Cara Pandang Geopolitik: Bela Kepentingan Nasional di Dunia

Berdasarkan laporan media lokal NOS, mahasiswi itu tengah bersepeda dari Stasiun Pusat Rotterdam ke rumahnya di Herman Bavinckstraat. Dia tiba di sana sekitar jam 5.30 pagi waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak lama setelah tiba dan tengah mengunci sepedanya di jalan, dia diserang oleh orang tak dikenal. Mahasiswa tersebut mengalami luka cukup parah, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

img_title Soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf

Polisi langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa 20 orang saksi terkait kasus ini. Semua rute tempat korban lewat telah dipetakan dan polisi juga telah memeriksa rekaman CCTV untuk melihat indikasi lebih jelas dari pelaku.

Menurut polisi, pelaku merupakan seorang pria berusia sekitar 20 tahun dengan memakai hoodie berwarna gelap. Pelaku membawa sepeda berwarna gelap saat menyerang korban.

img_title Jakarta Diguncang 61 Titik Demo Hari Ini, di DPR hingga Mahasiswa Trisakti Turun Aksi

RTV Rijnmood melaporkan bahwa korban adalah mahasiswi pertukaran pelajar Indonesia di Universitas Erasmus. Korban mengaku telah dikejar oleh pelaku dari Avenue Concordia atau sekitar lima menit dari Herman Bavincksraat.

Saat tiba di rumah, pelaku menyerang korban dengan rantai sepeda, menjerat lehernya, dan memperkosanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal membenarkan adanya insiden tersebut. Iqbal mengatakan, sejak tadi malam, Tim Perlindungan WNI KBRI Den Haag sudah tiba di lokasi.

"KBRI akan terus memberikan pendampingan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat. Keluarga meminta untuk diberikan privasi dalam kasus ini. Sesuai SOP Kemlu, kami harus menjaga identitas korban," ungkap Iqbal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto (kanan)

Polda Metro Pastikan Bukan EO Acara Sumpah Pemuda yang Tuai Polemik, Usut Adanya 'Mahasiswa Bayaran'

Polda Metro menjelaskan, peringatan Hari Sumpah Pemuda sejatinya melibatkan berbagai elemen pemuda dari berbagai latar belakang, bukan terbatas pada mahasiswa saja.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut