Kunjungan ke China

Obama Pendukung Berat Internet Tanpa Sensor

VIVAnews - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, menekankan arti penting kebebasan berekspresi di China. Ekspresi individu, kata Obama, bukan merupakan idealisme Amerika saja, tetapi hak universal yang harus diperoleh setiap orang.

Demikian kata Obama di hadapan para mahasiswa/i dan kaum muda di Shanghai. Pidato Obama itu menandai kunjungan pertamanya ke China, Senin 16 November 2009.

"Kebebasan berekspresi, berdoa, akses informasi, dan partisipasi politik kita yakini sebagai hak-hak universal. Hak-hak itu harus diperoleh semua orang, termasuk kelompok agama dan suku minoritas, baik di Amerika Serikat, China, atau negara lain," kata Obama di aula sebuah museum di Shanghai.

Namun, sebelumnya, Obama terlebih dulu menekankan bahwa dia tidak berusaha agar sebuah sistem pemerintahan diterapkan di negara lain. "Tetapi kami juga tidak percaya kalau prinsip-prinsip itu hanya milik negara kami," lanjutnya.

Satu pertanyaan mengenai penggunaan internet dilontarkan seorang mahasiswa. "Saya pendukung berat internet tanpa sensor," jawab Obama. Dengan senyum mengembang, presiden ke-44 AS ini mengaku tidak pernah memanfaatkan situs pertemanan Twitter.

Namun dia secara luas mendukung kebebasan akses internet tanpa sensor sebagai "sumber kekuatan". Dia menambahkan, kebebasan memperoleh informasi, termasuk berbagai kritik terhadap pemerintahannya, telah membantu Obama mempertimbangkan opini lain dari masyarakat.

DPD Golkar DKI Gelar Nobar Semi Final Piasa Asia U-23, Ahmed Zaki Pede Indonesia Menang

Pernyataan Obama ini berlawanan dengan situasi di China. Para pengguna internet di Negeri Tiongkok ini tidak bisa leluasa mendapat akses informasi lantaran pemerintah masih menerapkan sensor ketat atas banyak laman.

Salah seorang pelajar mengajukan pertanyaan tentang kebanggaan dan beban yang diemban Obama setelah memenangkan Penghargaan Nobel Perdamaian tahun ini. Menurut Obama, dia adalah sebuah simbol perubahan persoalan dunia yang ingin diupayakan oleh pemerintahannya. Namun secara pribadi, Obama merasa tidak layak menerima penghargaan tersebut. (AP)

Hakim Tunda Sidang Kasus Korupsi Kementan Gegara SYL Diare
Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono

Mardiono Akui Bakal Segera Temui Prabowo: Sedang Kita Atur Waktu

Pentolan PPP Mardiono juga mengaku akan safari politik menemui pimpinan parpol lainnya.

img_title
VIVA.co.id
29 April 2024