Terungkap Rantai Hubungan Perusahaan Daging Dunia dan Pembantai Amazon
- U-Report
VIVA – Kawasan Amazon di Brasil menjadi saksi bisu pembantaian massal yang sangat brutal terhadap orang-orang asli daerah itu. Beberapa tahun lalu, sembilan orang lokal dibantai.
Pembunuhan itu dikenal dengan nama Pembantaian Colniza. Belakangan, investigasi menunjukkan indikasi keterkaitan antara tersangka dalang pembunuhannya dan rantai hubungan dalang tersebut dengan perusahaan daging terbesar dunia.
Dilansir dari The Guardian, investigasi terbaru yang dirilis 3 Maret 2020 menemukan hubungan perusahaan daging terbesar di dunia, JBS dan rivalnya Marfrig dengan salah pemilik peternakan yang terlibat dalam pembantaian paling brutal di Amazon itu.
Sementara laporan media lokal, Repoter Brasil lalu muncul ketika JBS menghadapi tekanan yang besar atas kegagalan transparansi dalam rantai pasokan ternak Amazon.
Kronologinya, pada 09 April 2017, sembilan orang dibunuh dalam Pembantaian Colniza. Para pria dalam kondisi berjongkok di sebuah hutan terpencil di negara bagian Mato Grosso ketika mayat mereka ditemukan ditikam dan ditembak hingga tewas. Kondisinya amat mengenaskan.
Menurut dakwaan Jaksa Penuntut di Mato Grosso, pembantaian itu dilakukan oleh kawanan geng yang dikenal dengan julukan “Yang Berkerudung”. Tujuannya adalah untuk menakuti para warga setempat demi mengambil alih tanah yang mereka tinggali dan lalu mengeruk sumber daya alam yang berharga dari wilayah itu.
Pada 15 Mei 2017, jaksa penuntut mengatakan bahwa mereka telah menuntut Valdelir Joao de Souza, seorang petani tuan tanah yang memiliki perusahaan kayu di wilayah sekitar dan empat orang lainnya dengan pembunuhan dan membentuk atau menjadi bagian dari kelompok paramiliter ilegal.
Jaksa penuntut mengatakan bahwa Souza memerintahkan pembantaian itu. Namun dia buron dan pengadilannya dilakukan secara in absentia.
Diketahui pada 2018, Tres Lagoas dan peternakan Piracamadi negara bagian Rondonia didaftarkan atas namanya. Kedua tanah pertanian itu mencakup 1.052 hektare di daerah yang pemerintah tentukan untuk pekerja pertanian berpenghasilan rendah.
Catatan pemerintah menunjukkan bahwa pada tanggal 9 Mei 2018, 143 ekor sapi dijual oleh peternakan Tres Lagoas dan Piracama ke sebuah peternakan yang dimiliki oleh Mauricio Narde.
Tidak lama kemudian, peternakan Narde menjual ternak sapi dengan jenis kelamin dan usia yang sama yaitu 80 sapi betina berusia antara 13-24 bulan dan 63 sapi betina berusia lebih dari 36 bulan kepada pengemas daging JBS.