Terungkap Rantai Hubungan Perusahaan Daging Dunia dan Pembantai Amazon
- U-Report
Menurut dokumen pengadilan, Narde bekerja di sebuah tempat penggergajian milik Souza di Machadinho d’Oeste di negara bagian Rondonia. Dia masih bekerja di tempat penggergajian yang sama meskipun pada sejak itu telah berganti nama dan tidak lagi dikendalikan oleh Souza. Dihubungi melalui sambungan telepon oleh The Guardian, Narde mengkonfirmasi transaksi tersebut namun tak menjelaskan alasannya melakukan transaksi instan dengan jumlah ternak yang cukup besar.
Penjualan ternak secara cepat menunjukkan apa yang disebut kalangan aktivis lingkungan sebagai cattle laundering atau pencucian ternak yaitu ketika sapi dari sebuah peternakan yang memiliki masalah lingkungan menjual sapi kepada peternakan yang dianggap sustainability dalam menjalankan perusahaannya. Hal ini bisa terjadi karena diduga  perusahaan daging termasuk JBS tidak memantau ketat pemasok tidak langsung itu.
“Serangkaian kebetulan ini, menunjukkan praktik umum yaitu triangulasi hewan. Ini adalah praktik yang mengindikasikan pencucian ternak," ujar Direktur Friends of the Earth Brasil, Mauro Armelin.
Pada 25 Juni 2018, menurut catatan pemerintah Tres Lagoas juga menjual 153 ekor sapi kepada peternakan Morro Alto di Monte Negro, negara bagian Rondonia yang dimiliki oleh Jose Carlos de Albuquerque.
Pada bulan berikutnya, lantas de Albuquerque menjual ribuan ekor sapi kepada rumah potong  JBS dan Marfrig.
De Albuquerque menjelaskan kepada Reporter Brasil bahwa penjualan itu tidak rampung namun menurut laporan yang dikutip dari catatan pemerintah menunjukkan bahwa ternak tersebut telah memasuki peternakan Morro Alto.
Investigasi menunjukkan beberapa perusahaan besar daging Brasil memang kesulitan dalam memantau pemasok dagingnya.
JBS dan Marfrig serta perusahaan besar lainnya diketahui selama ini berkomitmen untuk tidak memasok dari peternak yang terlibat dalam deforestasi dalam dua perjanjian bersama Greenpeace dan jaksa penuntut Brasil pada 2014 dan tahun-tahun berikutnya. Namun, Greenpeace keluar dari perjanjian tersebut setelah JBS didenda karena kedapatan membeli ternak dari peternakan di area deforestasi ilegal di Amazon.
Sementara dalam sebuah wawancara bersama Gazeta Digital pada 2019, Souza berkata bahwa ia tidak bersalah dari semua tuduhan tersebut.