Amazon Kembali PHK Karyawan, Kurang dari 1.000 Posisi di 3 Negara Terdampak

Kantor Pusat Amazon.
Sumber :
  • Amazon

Jakarta, VIVA – Amazon.com Inc. kembali melakukan pemangkasan tenaga kerja di sejumlah unit bisnisnya. Kali ini, kurang dari 1.000 posisi dilaporkan terdampak di Amerika Serikat (AS), India, dan Inggris. Pengurangan tersebut menyasar sejumlah tim, mulai dari layanan pelanggan, dukungan marketplace, hingga rekayasa teknologi di bisnis ritel perusahaan.

img_title PHK Marak tapi Angka Pengangguran RI Kok Turun? Begini Penjelasan BPS

Mengutip laporan Business Insider, Senin (12/10/2026), sejumlah karyawan Amazon mengaku menerima email pemberitahuan bahwa posisi mereka telah dipangkas. Pesan yang dibagikan melalui kanal Slack internal dengan hampir 37.000 anggota juga menunjukkan bahwa pemangkasan menjangkau berbagai fungsi operasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karyawan yang terdampak turut mempertanyakan ketentuan pesangon, akses terhadap lowongan pekerjaan internal, serta kemungkinan adanya pemberitahuan PHK tambahan. Hal ini menambah ketidakpastian bagi pekerja yang terkena dampak restrukturisasi.

img_title PHK di Singapura Tembus 4.800 Orang, Tertinggi Sejak Akhir 2020

Amazon mengatakan, perusahaan memangkas sejumlah kecil posisi, terutama di unit bisnis Stores. Langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi yang bertujuan mempercepat proses kerja dan mendukung prioritas perusahaan. Perusahaan juga menyatakan akan membantu karyawan yang terdampak selama masa transisi.

Pemangkasan terbaru ini menambah rangkaian pengurangan tenaga kerja yang dilakukan Amazon dalam beberapa waktu terakhir. Pada Januari 2026, perusahaan mengonfirmasi pengurangan sekitar 16.000 posisi di seluruh organisasi. Dalam pesan kepada karyawan, perusahaan menjelaskan bahwa perubahan tersebut bertujuan mengurangi lapisan organisasi, meningkatkan tanggung jawab individu, dan menghilangkan birokrasi.

img_title Mendikdasmen Beri Kabar Baik! Guru Non ASN Tak Akan di-PHK Meski Tidak Lulus Tes CPNS

Sebelumnya, Amazon telah mengumumkan pemangkasan 14.000 posisi korporat pada Oktober 2025. Dengan demikian, total pengurangan tenaga kerja yang direncanakan mencapai sekitar 30.000 posisi, atau setara dengan sekitar 1 persen dari total 1,56 juta tenaga kerja perusahaan.

Pemangkasan sebelumnya mencakup sejumlah unit bisnis, termasuk Amazon Web Services (AWS), ritel, Prime Video, serta People Experience and Technology. Pengurangan terbaru yang terutama menyasar bisnis Stores memperlihatkan bahwa penataan organisasi masih berlangsung di sejumlah bagian perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Amazon pada bulan sebelumnya juga dikabarkan mencari mantan karyawan, termasuk sebagian pekerja yang pernah terkena PHK, untuk mengisi posisi di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan komputasi awan.

Organisasi agen AI Amazon yang dipimpin Wakil Presiden AWS Swami Sivasubramanian dilaporkan meluncurkan inisiatif bernama "Swami's Boomerang Reengagement Initiative". Program tersebut bertujuan menjalin kembali hubungan dengan mantan pekerja yang memiliki keahlian di bidang AI dan pembelajaran mesin atau machine learning.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut