Batu Sandungan Taliban

Pasukan Taliban dengan seragam taktikal bersenjata menguasai Kabul Afghanistan
Sumber :
  • Twitter @TalibanSoldiers

Pasukan Taliban bersenjata menguasai Kabul Afghanistan

Photo :
  • Twitter @RanaHumairHaya6

 
Musuh Taliban

img_title 5 Negara Besar Ini Dilarang Miliki Jet Tempur Modern Meski Punya Militer Kuat

Relasi kelompok ISIS-K dengan Taliban sebenarnya pada posisi yang saling bermusuham satu sama lain, musuh, seperti yang dicatat Biden dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada hari Kamis. Sejak didirikan, afiliasi ISIS telah berselisih dengan Taliban, yang sekarang menguasai Afghanistan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"ISIS-K adalah musuh bebuyutan Taliban, dan mereka memiliki sejarah pertempuran antara satu sama lain," kata Biden.

img_title Afghanistan Jadi Gelap

Lebih jauh, peneliti Afghanistan dari Center for Strategic and International Studies, Seth Jones menyebut kelompok ISIS-K berambisi menguasai dunia dengan khilafah. "Tujuan mereka sebenarnya adalah khilafah Islam, dan mereka adalah pesaing al-Qaida dan Taliban," kata Jones

Banyak gerilyawan Taliban membelot untuk bergabung dengan afiliasi ISIS, dan kedua kelompok itu memperebutkan sumber daya dan wilayah. Perbedaan mereka juga ideologis, menurut pusat Stanford.

img_title 5 Negara Ini Punya Jet Tempur Canggih, Tapi Tak Ada Pilot yang Menerbangkannya

"Permusuhan antara kedua kelompok muncul baik dari perbedaan ideologis dan persaingan untuk sumber daya. IS-K menuduh Taliban menarik legitimasinya dari basis etnis dan nasionalistik, daripada keyakinan Islam universal," kata pusat itu.

Seperti yang dilaporkan The Associated Press, ketika Taliban berusaha untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir, banyak dari mereka yang menentang negosiasi dan beralih ke Negara Islam yang lebih ekstrimis.

Taliban mengutuk ledakan di luar bandara Kabul, Kamis kemarin, dan mereka berdalih wilayah terjadinya serangan bom di luar kendali mereka. Sebaliknya berada di wilayah kendali militer AS.

Presiden AS Joe Biden telah memerintahkan militernya untuk melakukan pengembangan rencana operasional untuk menyerang kelompok ISIS-K. Ia menegaskan akan membalas teror yang dilakukan oleh siapa pun yang ingin membahayakan Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan lupa. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar semuanya. Kami akan merespons dengan kekuatan dan ketepatan pada waktu dan tempat yang kami pilih dan saat yang kami pilih," tegasnya

Selain itu, Biden juga mengingatkan Taliban soal kelompok teroris dibalik serangan teror dekat Bandara Kabul. "Adalah kepentingan Taliban bahwa ISIS-K tidak bermetastasis (menyebar)," sambungnya.

Taliban Afghanistan.

Bantah Tudingan Sarang Terorisme Global, Taliban Mau Normalisasi Hubungan dengan AS

Menteri Luar Negeri Otoritas Taliban, Amir Khan Muttaqi menyatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya melakukan normalisasi hubungan antara Afghanistan dengan AS.

img_title
VIVA.co.id
30 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut