Batu Sandungan Taliban

Pasukan Taliban dengan seragam taktikal bersenjata menguasai Kabul Afghanistan
Sumber :
  • Twitter @TalibanSoldiers

ISIS mengatakan pelaku bom bunuh diri berada dalam jarak lima meter dari pasukan AS yang sedang mengumpulkan dokumen dari warga yang mengantre untuk dievakuasi keluar Afghanistan. 13 anggota layanan AS tewas, termasuk 12 Marinir dan satu petugas medis Angkatan Laut.

img_title Fakta Tragis Polwan Bakar Suami, Keterlibatan India dalam Perang Genosida

Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan satu ledakan pertama terjadi di dekat bus yang berbaris di luar Abbey Gate dan kedua berada di dekat dengan Baron Hotel yang berada tak jauh dari bandara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu pembom dilaporkan menabrak orang-orang yang berdiri di saluran air limbah, dan seketika mayat korban bergelimpangan. Sebagian warga yang antre di sekitarnya mengalami luka parah dan dievakuasi ke ambulans.

img_title Pentolan Taliban Paling Diburu AS Tunaikan Ibadah Haji, Kepalanya Dihargai 10 Juta USD

Kelompok ISIS di Khorasan, Afghanistan atau biasa disebut ISIS-K

Photo :
  • Twitter

Dalam aksi teror ini, pelaku diduga menggunakan rompi berisi bom bunuh diri. Titik lokasi diduga terjadi di Gerbang Biara yang menuju bandara. Saat itu, pasukan AS sedang bertugas sedang menyaring warga sipil Afghanistan yang mau masuk ke bandara. 

img_title Rusia Bakal Hapus Taliban dari Daftar Organisasi Teroris Terlarang

Komandan Komando Pusat AS, Jenderal Korps Marinir Kenneth McKenzie Jr mengatakan usai bom meledak, sejumlah orang bersenjata dari kelompok ISIS juga menembaki massa.

Serangan kelompok ISIS-K Afghanistan merupakan serangan teror pertama pasca jatuhnya Afghanistan ke tangan Taliban. Thomas S. Warrick, mantan pejabat kontraterorisme di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, menyebut serangan ini merupakan konflik tentang siapa yang berhak mengklaim penghargaan karena memaksa Amerika keluar dari Afghanistan. 

"Ada perang propaganda yang sekarang sedang berlangsung di antara teroris dan ekstremis yang mencoba mengklaim kemenangan atas Amerika Serikat," Tom dilansir Atlanticcouncil.

Serangan itu menunjukkan bahwa ISIS-K akan menantang kekuasaan Taliban di Afghanistan dan juga akan menjadi batu sandungan, karena terus menimbulkan tantangan kontraterorisme eksternal di tahun-tahun mendatang.

"Kemungkinan muncul sebagai pesaing lokal bagi sekutu Taliban, al-Qaeda," kata Direktur Program Pusat dan Timur Tengah Rafik Hariri dan mantan wakil asisten menteri pertahanan AS, William F. Wechsler.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"ISIS-K akan menganggap serangannya lebih berhasil jika menghasilkan konflik militer baru antara dua musuhnya, AS dan Taliban," tambahnya.

Will berpendapat bahwa serangan itu menimbulkan pertanyaan baru tentang strategi kontraterorisme AS pasca-penarikan pasukan. Pendekatan itu memerlukan jarak fisik dari target dan bekerja sama dengan mitra di lapangan. Itu bisa berarti mengoordinasikan operasi kontraterorisme AS dengan Taliban.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut