Tragedi Novia Widyasari Mendapat Sorotan dari Media Asing

Mahasiswa berada di dekat poster penolakan terhadap kekerasan seksual saat aksi damai Universitas Gadjah Mada (UGM) Darurat  Kekerasan Seksual di Kampus Fisipol UGM, Sleman, DI Yogyakarta
Mahasiswa berada di dekat poster penolakan terhadap kekerasan seksual saat aksi damai Universitas Gadjah Mada (UGM) Darurat Kekerasan Seksual di Kampus Fisipol UGM, Sleman, DI Yogyakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

VIVA – Kasus kematian Novia Widyasari yang menjadi korban kekerasan oleh kekasihnya sendiri seorang anggota polisi Bripda Randy Bagus menjadi perhatian media internasional. South China Morning Post ikut memberitakan berita tragedi yang menimpa mahasiswi Universitas Brawijaya Malang itu dengan tulisan yang cukup panjang.

Diberitakan bahwa kematian Novia yang akhirnya memilih bunuh diri di area makam ayahnya setelah berkali-kali dipaksa menggugurkan kandungan itu menjadi perhatian publik. Kekasihnya Bripda Randy Bagus kemudian sudah ditahan. Publik meminta penegak hukum adil dalam menangani kasus ini.

Para aktivis perempuan dilansir SCMP menilai bahwa sudah kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Oleh karena itu DPR RI diminta untuk meloloskan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) yang kemudian berubah namanya menjadi RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (PTKS).

Apabila disahkan nantinya, UU PTKS diharapkan bisa menjadi dasar perlindungan bagi para korban yang berpihak pada para korban kekerasan seksual hingga pemerkosaan. Dalam RUU TPKS per 30 Agustus 2021 terdapat 43 pasal.

Publik meminta agar pelaku kekerasan seksual seperti Bripda mendapatkan hukuman yang sesuai lantaran selama ini kepercayaan publik terhadap polisi juga menjadi pertanyaan. Belum lama ini lini Twitter juga ramai trending soal kekecewaan terhadap penegak hukum.

Novia Widyasari tewas di area makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur. Dia sengaja meminum cairan racun karena merasa depresi berat dan tidak kuat dengan kekerasan yang dia alami. Awalnya kondisi Novia ini diketahui setelah salah satu pengguna akun Twitter yang mengaku sebagai temannya membagikan informasi itu.

Menurut hasil pemeriksaan polisi, Bripda Randy Bagus setidaknya memaksa Novia menggugurkan kandungan sebanyak dua kali. Berbagai cara disuruhnya antara lain meminum obat-obatan, jamu hingga pil KB kemudian pemaksaan hubungan seksual karena beranggapan bisa menggugurkan kandungan.